3 September 2017 - 01:50
Militer Myanmar Bakar 2600 Rumah Penduduk Muslim Rohingya

Militer Myanmar Bakar 2600 Rumah Penduduk Muslim Rohingya

Menurut Kantor Berita ABNA, pemerintah Myanmar mengkonfirmasi adanya lebih dari 2600 rumah penduduk muslim Rohingnya yang terbakar dalam insiden pengusiran penduduk Rohingya oleh aparat keamanan di bagian barat negara tersebut. 

Aparat keamanan Myanmar pada sabtu (2/9) dilaporkan sengaja membakar rumah penduduk muslim Rohingya di provinsi Rakhine untuk mengusir paksa penduduk setempat karena dinyatakan sebagai penduduk ilegal. 

Perwakilan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menyatakan dari insiden tersebut 58600 lebih penduduk muslim Rohingya harus mengungsi dan mencari suaka ke negara tetangga, utamanya ke Bangladesh. 

Pemerintah Myanmar menyebut sekitar 1 juta warga Rohingnya masuk ke Myanmar dari Bangladesh secara ilegal sehingga tidak mendapat pengakuan sebagai warga negara Myanmar dan dituntut untuk kembali ke Bangladesh. Meskipun banyak dari warga Rohingnya telah mendiami Myanmar sejak beberapa generasi lalu. 

Pengusiran paksa militer Myanmar sejak 2-3 tahun terakhir membuat warga Rohingnya meninggalkan kediaman mereka. Dalam beberapa pekan terakhir, tindakan militer Myanmar semakin tidak manusiawi, termasuk membakar rumah penduduk Rohingnya dan menembaki warga yang melakukan perlawanan. Arogansi militer Myanmar tersebut mendapat kecaman dunia internasional, termasuk dari pemerintah Indonesia.