3 Agustus 2017 - 04:03
Suriah Menghadapi Terorisme yang Berbahaya

Presiden Suriah mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi kelompok-kelompok teroris yang di dalam sejarah hingga sekarang belum ada yang serupa dengan mereka dari segi perluasan, kebencian dan kejahatannya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Suriah mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi kelompok-kelompok teroris yang di dalam sejarah hingga sekarang belum ada yang serupa dengan mereka dari segi perluasan, kebencian dan kejahatannya.

Bashar al-Assad mengatakan hal itu dalam wawancara dengan majalah Jaish al-Shaab (Tentara Rakyat) bertepatan dengan HUT ke-72 pembentukan militer Suriah.

Seperti dilansir IRIB, Selasa (1/8), Assad menilai teroris Takfiri sebagai musuh bersejarah Suriah, dimana teroris ini berusaha mendominasi semua wilayah Suriah dengan dukungan komprehensif negara-negara regional dan trans-regional.

Presiden Suriah juga menyinggung prestasi berharga negaranya di bawah perlawanan Suriah. Ia menjelaskan, di bawah perlawanan militer, dukungan rakyat dan darah suci para korban, prestasi-prestasi Suriah dalam perang melawan terorisme akan terus diraih.

Assad menilai Suriah sebagai jantung kawasan dan poros utama Timur Tengah. Ia mengatakan, mililter Suriah sedang menciptakan epik lain dari epik-epik martabat, kemulian dan kebanggaan dan menggambarkan cakrawala kemenangan yang semakin dekat dengan keteguhan dan tekad mereka.

Krisis keamanan Suriah meletus pada tahun 2011 menyusul serangan luas kelompok-kelompok teroris dan Takfiri yang didukung oleh Arab Saudi, Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Turki. Mereka berusaha menggulingkan pemerintahan sah Bashar al-Assad, Presiden Suriah.

Kelompok-kelompok teroris dukungan Barat dan sekutunya telah melakukan berbagai kejahatan mengerikan di Suriah yang menyebabkan ribuan orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi.