4 Januari 2015 - 13:05
Sebaik-baik Teladan, adalah Maksumin As

“Para Maksumin As memberikan contoh dan keteladanan bagi kita semua, bahwa dalam hidup bermasyarakat kita harus bersikap adil, kita harus mampu memberikan porsi yang baik dan benar dalam menjalani kehidupan baik secara pribadi maupun sebagai makhluk sosial.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Uzhma Alawi Ghurghani dalam pertemuan dengan anggota komite penyiaran stasiun TV Ahlul Bait As sabtu [3/1] yang menemuinya di kantor resminya di Qom mengatakan, “Manfaatkanlah momen peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw untuk menyiarkan program-program TV yang memperkenalkan sosok dan kehidupan Nabi dan keluarganya kepada masyarakat. Karenanya lebih dulu kalian harus lebih banyak mengetahui sisi detail kehidupan para Aimmah As dan menyampaikannya kepada masyarakat, sebab mereka adalah suri tauladan bagi kita semua. Dengan apa yang kalian lakukan selama ini, saya dukung sepenuhnya dan memberikan apresiasi positif.”

“Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an, «يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ» yaitu Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Begitupun firmanNya pada ayat yang lain, «وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا»  bahwa jika seorang mukmin berinfaq dia tidak berlebih-lebihan namun juga tidak kikir, melainkan memilih sikap pertengahan antara keduanya. Dan yang paling memberi keteladanan dalam hal ini adalah para Maksumin As.” lanjutnya.

Ayatullah Alawi Ghurghani lebih lanjut mengatakan, “Para Maksumin As memberikan contoh dan keteladanan bagi kita semua, bahwa dalam hidup bermasyarakat kita harus bersikap adil, kita harus mampu memberikan porsi yang baik dan benar dalam menjalani kehidupan baik secara pribadi maupun sebagai makhluk sosial.”

“Maksumin As tidak menyepakati pilihan untuk hidup menepi dan terasing dari kehidupan masyarakat namun juga menentang sikap hidup yang menzalimi kepentingan orang lain demi keuntungan pribadinya. Dalam riwayat-riwayat yang ada, kita memahami bahwa apa yang dilakukan para Aimmah adalah sesuai dengan tugas dan panggilan zamannya, dan kita harus banyak mempelajari hal tersebut. Merekalah contoh terbaik yang telah memberikan keteladanan bagi kita semua.” Tutupnya.