Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Sayid Ahmad Khatami dalam khutbah Jumat di Mushalla Besar Imam Khomeini ra, Jumat (12/12), menyinggung skandal penyiksaan badan-badan intelijen dan polisi AS di berbagai penjara rahasia di luar negara itu.
Ia mengatakan, perilaku terhadap para tahanan di penjara-penjara ini mirip dengan periode abad pertengahan.
Ayatullah Khatami menambahkan, karena di dalam wilayah Amerika tindakan-tindakan tersebut dilarang oleh undang-undang, maka pemerintah Washington melakukan penyiksaan di berbagai penjara rahasia di luar negeri, dan ini adalah wajah sebenarnya dari pemerintah AS.
Khatib Shalat Jumat lebih lanjut mengatakan, pembunuhan dan penyiksaan terhadap warga kulit hitam Amerika oleh polisi negara ini, dan pembebasan para pembunuh mereka adalah bagian dari langkah AS dalam melanggar HAM.
Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Khatami menyinggung peristiwa fitnah yang melanda Iran pasca pemilu presiden tahun 2009 (1388 HS) dan sikap jelas Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei terhadap para penebar fitnah itu.
Ia mengatakan, para penghasut dan penebar fitnah menyebabkan negara berada di tepi jurang dan menyusahkan masyarakat, di mana dosa-dosa mereka tidak dapat diampuni.
Khatib Shalat Jumat juga menyinggung dukungan AS, Inggris dan rezim Zionis Israel kepada para penghasut dan pengacau di Iran, dan mengatakan, tidak seharusnya fitnah terdistorsi dan semua orang tahu bahwa para pemimpin fitnah dan makar adalah AS dan Inggris.
Mengenai Arbain Imam Husein as, Ayatullah Khatami mengatakan, Arbain adalah manuver agama yang berkelanjutan, cinta kepada Ahlul Bait as dan manuver anti-Takfiri.
Ia menuturkan, masyarakat dari berbagai negara Islam dengan penuh cinta dan tanpa rasa takut oleh ancaman teroris, berbondong-bondong ke Karbala untuk memperingati Arbain. (IRIB)