Menurut Kantor Berita ABNA, kelompok teroris ISIS membanggakan keberhasilannya menawan 15 anggota militer Suriah dari akademi angkatan udara, dengan secara serentak melakukan aksi eskekusi penyembelihan kesemua tawanan tersebut. Aksi keji yang bertentangan dengan ajaran Islam tersebut dipamerkan melalui video amatir yang diunggah di Youtube dan media-media sosial. Disebutkan ke 15 tawanan yang merupakan pilot dari kesatuan udara militer Suriah tersebut berasal dari suku Alawi.
Anggota ISIS yang berbaris sebagai eksekutor dengan berpakaian seragam merebahkan para tawanan dalam kondisi terikat dan tidak berdaya kemudian dengan satu komando melakukan aksi penyembelihan secara serentak dengan pisau saku. Dari video yang diunggah tersebeut tampak raut wajah eksekutor berasal dari Eropa bahkan ada yang tampak berwajah Melayu.
Dari pernyataan resminya ISIS mengaku bertanggungjawab atas aksi tersebut. Melakukan mutilasi terhadap tawanan adalah tindakan keji yang bertentangan dengan Islam. Ulama-ulama sedunia mengecam aksi terorisme ISIS termasuk Mufti Arab Saudi yang menyebut ISIS adalah kelompok teroris yang telah keluar dari barisan Islam.
















