16 Agustus 2014 - 05:49
Iran Menolak Hegemoni Asing!

Ayatullah Sayid Ahmad Khatami dalam khutbahnya di Mushalla Besar Imam Khomeini ra, menekankan arahan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan para duta besar dan pejabat perwakilan Iran di luar negeri, tentang tidak ada gunanya berunding dengan Washington.

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran mengatakan, berinteraksi dengan Amerika Serikat sama sekali tidak bermakna selama permusuhan dan sikap konfrontatif pemerintah dan Kongres negara itu terhadap Republik Islam Iran masih berlanjut.

Ayatullah Sayid Ahmad Khatami dalam khutbahnya di Mushalla Besar Imam Khomeini ra, menekankan arahan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan para duta besar dan pejabat perwakilan Iran di luar negeri, tentang tidak ada gunanya berunding dengan Washington.

“AS tidak menginginkan perundingan, tapi mengejar hegemoni,” tegasnya.

Menurut Ayatullah Khatami, AS ingin melecehkan Iran dan mereka harus mengetahui bahwa sistem Republik Islam dan rakyat Iran tidak akan pernah menerima hegemoni asing.

Berbicara tentang peningkatan tuntutan dan sanksi AS dalam proses perundingan nuklir terbaru, Ayatullah Khatami menegaskan mereka tidak bisa dipercaya dan ingin mencari-cari alasan, bukan mencari solusi.

Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Khatami menilai pembentukan kabinet baru Irak, pelestarian persatuan dan perang melawan terorisme sebagai tiga pilar utama negara itu.

Dia berharap kabinet baru Irak dapat segera terbentuk sehingga pemerintahan baru negara itu dapat menangani masalah-masalah yang dihadapi warganya, terutama perang melawan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Ayatullah Khatami menganggap kelahiran ISIS sebagai produk dari kebijakan keliru Barat di Irak, dan mengatakan keamanan regional berhubungan dengan keamanan Irak dan setelah itu rakyat Irak harus memikirkan pembangunan negara dan independensi dengan kepemimpinan ulama.

“Pemerintah dan rakyat Iran menghormati pilihan dan pandangan rakyat Irak,” tegasnya. (IRIB)