12 Juli 2014 - 14:47
ISIS Pasti akan Menerima Kekalahan

ISIS sudah sangat jelas telah mencemarkan nama baik Islam, namun umat Islam masih berbeda pendapat dalam menyikapi kelompok teroris tersebut.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Movahhedi Kermani dalam khutbah Jumat pekan lalu di Mushalla Imam Khomeini mengecam aksi kekerasan yang dilancarkan ISIS yang telah membunuhi umat Islam dengan berkata, "Gerakan teroris dan anti Islam ini merupakan ancaman bagi kedamaian dan keamanan bagi seluruh mazhab serta masyarakat di tingkat global."

Tambah beliau lagi, "Alhamdulillah, ISIS sedang menghadapi kekalahan dan pasukan militer Irak dengan dukungan sepenuhnya dari rakyat akan mencabuti mereka dari akarnya.”
Imam solat Jum’at ini juga menyinggung dukungan Negara adi kuasa terhadap ISIS  dan berkata, "Kuasa angkuh dunia berkhayal bahwa dengan pembunuhan, keganasan dan perbuatan seperti ini dapat menghentikan kebangkitan Islam dan revolusinya, namun pada faktanya mereka tidak berkutik dalam menghadapinya.”
Sambil menyifatkan teroris ISIS sebagai kumpulan pembunuh, pengkhianat, penumpah darah, penjahat dan keji, beliau berkata, "Dunia kuasa besar perlu tahu sejak dulu mereka telah memerangi  umat Islam dengan seluruh aksi militer, ini disebabkan Islam akan memberikan kesejahteraan kepada semua orang. Namun untuk mewujudkan ambisi menghancurkan Islam mereka malah menggunakan isu-isu HAM dan kemanusiaan.”

"Islam menganggap perhambaan dan pasrah hanyalah kepada Allah, namun kuasa besar dunia menganggap semua orang hendaklah tunduk dihadapannya; Islam mempertahankan hak kemanusiaan dan insan, namun mereka ini pelaku kejahatan kemanusiaan sekiranya terdapat gerakan positif yang ingin membela hak manusia yang tertindas, anggota dari mereka cepat-cepat memvetokannya." Tambahnya lagi.
Muvahhedi Kermani menegaskan bahwa kuasa besar dunia tidak tahan dengan Islam dan mengingatkan, "Kuasa angkuh dunia menganggap dengan pembunuhan, keganasan dan sebagainya dapat menghapuskan pengaruh Islam, karena itulah mereka tetap membiarkan aksi-aksi kekerasan terjadi.”
Beliau juga mengingatkan betapa pentingnya orang beriman menjaga spiritual perjuangan dan kesyahidan dalam menentang kuasa angkuh dunia, beliau berkata, "Sebagai contoh setelah terjadinya kemenangan di awal era Revolusi Islam Iran pada bulan Tir dan Shahrivar (nama bulan Iran berdasarkan kalender Persia), para pelaku kejahatan telah bertukar menjadi skandal manakala para munafik telah jatuh ke dalam tong sampah buat selama-lamanya."
"Telah terjadi kezaliman yang paling dahsyat di atas muka bumi ini, telah berlaku peristiwa Karbala dan kesyahidan para imam maksum. Namun kegiatan taghut hanyalah menyerang manakala ajaran Ahlul Bait as masih lestari, ini disebabkan Allah SWT menjaga kelestariannya," ujar beliau.
Ayatullah Movahhedi Kermani mengingatkan tentang ayat-ayat al-Qur'an al-Karim yang menceritakan dukungan dan bantuan Allah kepada para penganjur kebenaran dengan menambahkan, "Ini adalah firman Allah SWT yang tetap akan terjadi bahwa para nabi akan mencapai kemenangan."
"Tindakan-tindakan teror ISIS memperalatkan nama Islam, dengan mengumandangkan  takbir sebanyak 3 kali mereka telah membunuh umat Islam, tangan-tangan mereka tercemar dengan darah yang haram ditumpahkan. Benar-benar sangat disayangkan semua kekejian yang mereka pertontonkan mereka atas namakan perjuangan Islam. Dan lebih menyedihkan lagi, seluruh umat Islam tidak satu suara dalam menyikapi mereka.” "Nasib baik perselisihan ini kian berkurangan dan pembunuhan sesama umat telah dikecam," terang beliau dengan tegas.
Anggota Majlis Khubregan Rahbar  ini mengingatkan pernyataan Rahbar Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengenai kejadian di Irak yang menyebut konflik di Irak bukanlah konflik Sunni dan Syiah melainkan krisis kemanusiaan. Pertarungan antara kebenaran dengan kebatilan."
Sambil mengucapkan terima kasih kepada para marja' di Irak, beliau berkata, "Beliau (Sayid Ali Khamenei) menganggap peranan marja' taqlid dalam kemenangan militer Irak dan memberi kejayaan dan mendapat pedoman untuk menghadapi kelompok teriris selain membela golongan tertindas dan membasmi para pelaku kezaliman tersebut."
Selain itu, khatib Jum’at ini menegaskan para ulama Sunni juga turut memainkan peranan penting dalam menangani krisis keamanan Irak.
"Yang anehnya adalah para pendukung kelompok teroris.  Atas nama demokrasi, mereka telah member dukungan dan pembelaan terhadap aksi kekerasan dan brutal yang mereka kerjakan."
"Masyarakat Internasional secara umum, mereka tidak mengutuk secara terang-terangan terhadap perkara ini. Padahal semestinya, masyarakat internasional melalui lembaga-lembaga internasional seperti OKI, Liga Arab, PBB khususnya majelis keamanan mengeluarkan kecaman-kecaman atas kekejian yang dipertontonkan secara terbuka terbuka tersebut.”
"Umat Islam menjadi korban kekerasan dan poembunuhan. Malangnya Zionis dan kuasa dominasi telah membicarakan topik Islamfobia, mereka malah menggambarkan bahwa Islam memiliki agenda yang berbahaya dan dalam mewujudkan agenda tersebut, mereka lakukan pembunuhan dan pembantaian. AS dan Zionis berusaha menyebar isu agar wajah Islam tampak ganas. Namun mereka tahu gerakan ganas, anti Islam dan anti kemanusiaan ini juga merupakan ancaman keamanan dan keselamatan dunia serta seluruh mazhab dan kaum.
"Alhamdulillah, ISIS di Irak sedang menghadapi kekalahan, militer dan rakyat Irak sedang membasmi gerakan terorisme mulai dari akarnya dengan segenap kekuatan," tutur beliau.