31 Mei 2014 - 12:35
Tegaskan Pentingnya Menjaga Hijab

“Ada dua hal yang membuat kita tidak boleh main-main dengan masalah hijab. Hijab adalah perintah Allah dan rasul-Nya, dan hijab adalah Sayyidah Fatimah dan Sayyidah Zainab sa.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Shalat Jumat Tehran menekankan pentingnya untuk memperingati wafatnya Imam Khomeini ra, Pendiri Republik Islam Iran.

Ayatullah Sayid Ahmad Khatami dalam khutbah Jumat di Tehran, Jumat (30/5), menyinggung tibanya peringatan ke-25 wafatnya Imam Khomeini ra.

Beliau mengatakan, peringatan wafatnya Pendiri Republik Islam Iran membawa dua pesan, yaitu baiat kepada pemikiran Imam Khomeini ra dan baiat kepada pengganti beliau, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran. 

Ayatullah Khatami juga menyinggung Hari Ulang Tahun Kebangkitan 15 Khurdad 1342 Hs (5 Juni 1963) di Iran untuk melawan rezim Shah Pahlevi.

Beliau menuturkan, Kebangkitan 15 Khurdad adalah awal Revolusi Islam dan tanda dari benih Revolusi Islam Iran, di mana mencapai hasilnya pada tanggal 22 Bahman 1357 (11 Februari 1979).

Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut mengatakan bahwa pemikiran Imam Khomeini ra adalah menghormati suara rakyat dan anti-arogansi.

Beliau mengatakan, selama permusuhan Amerika Serikat terhadap Revolusi Islam dan bangsa Iran berlanjut, maka bangsa negara ini akan terus menyuarakan slogan terkenal Revolusi Islam, yaitu "Mampus Amerika."

Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Khatami menyinggung penamaan tahun 1393 Hs oleh Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam sebagai tahun "Ekonomi dan Budaya dengan Tekad Nasional dan Manajemen Jihad."

Terkait penamaan tahun tersebut, beliau menekankan tekad serius para pejabat Iran untuk menyelesaikan problem-problem budaya dan ekonomi.

Khatib Shalat Jumat Tehran juga menyinggung MTQ Internasional ke-31 yang digelar di Tehran, ibukota Iran.

"Kompetisi yang merupakan event terbesar al-Quran di dunia ini adalah berkat Revolusi Islam," pungkasnya.

Selain itu, pada bagian lain khutbahnya, Khatib Jum’at Tehran tersebut juga menyinggung pentingnya penggunaan hijab bagi muslimah, yang belakangan ini tampak mulai ditinggalkan sedikit demi sedikit. Ayatullah Khatami mengatakan, “Hijab bukan sekedar menutup aurat, melainkan berkaitan erat dengan kehormatan ummat Islam. Allah menyebut lebih dari sepuluh kali mengenai hijab dalam Al-Qur’an dan riwayat yang tidak sedikit mengenai keutamaannya dan penegasan untuk mengenakannya, hal ini menunjukkan betapa pentingnya persoalan ini.”

“Ada dua hal yang membuat kita tidak boleh main-main dengan masalah hijab. Hijab adalah perintah Allah dan rasul-Nya, dan hijab adalah Sayyidah Fatimah dan Sayyidah Zainab sa.” Tegasnya. “Saya yakin, setiap muslimah Syiah akan mengatakan bahwa suri tauladan dia dalam kehidupannya adalah Sayyidah Fatimah dan Sayyidah Zainab, karenanya lantas apa yang membuatnya sedemikian tenang menanggalkan hijab?.” Tambahnya lagi.

Pada bagian akhir khutbahnya, Ayatullah Khatami memesankan, “Kepada pemerintah, para hakim, dan semua pihak yang berwenang dan bertanggungjawab dalam hal ini, tidak boleh mendiamkan kecenderungan masyarakat yang mulai menepis dalam menjaga syiar-syiar Islam. Harus ada upaya terus-menerus untuk mengingatkan, sedemikian pentingnya hijab dalam pergaulan sosial dan akibat buruk dari hijab yang ditanggalkan. Semoga kaum muslimah di negeri ini tetap gigih menjaga kemuliaan dan kehormatan agama ini.”