19 September 2013 - 19:30
Pihak Pertama yang Hancur, Pendukung Perang Suriah

Khatib Shalat Jumat Tehran memperingatkan kubu pendukung perang di Suriah bahwa setiap langkah militer anti-Damaskus terlebih dahulu akan merugikan pelakunya sendiri sebelum pihak yang lainnya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Shalat Jumat Tehran memperingatkan kubu pendukung perang di Suriah bahwa setiap langkah militer anti-Damaskus terlebih dahulu akan merugikan pelakunya sendiri sebelum pihak yang lainnya.

Ayatullah Ahmad Jannati, Khatib Shalat Jumat Tehran menyinggung transformasi yang terjadi di Suriah dan pembantaian rakyat negara itu oleh kelompok-kelompok ekstrem seperti Al Qaeda yang didukung kekuatan Barat dengan poros Amerika Serikat. Ia mengatakan, "Seluruh upaya untuk menyulut perang di Suriah sebelum mengenai rakyat dan pemerintahan negara itu, pertama-tama ia akan menghajar para pelakunya."  

Ayatullah Jannati menekankan penentangan dunia internasional atas langkah militer anti-Suriah dan menegaskan bahwa satu-satunya solusi logis untuk mengakhiri krisis di negara Arab itu adalah dialog dan perundingan.

Berkenaan dengan Pekan Perang Pertahanan Suci di Iran yang dimulai tanggal 22 September 2013 bersamaan dengan dimulainya agresi militer Irak ke Iran, Ayatullah Jannati menuturkan, "Militer Irak dengan dukungan negara-negara Barat menyerang Iran di awal-awal kemenangan Revolusi Islam. Saat itu Republik Islam baru berdiri dan tidak memiliki kesiapan untuk menghadapi ancaman asing."

Khatib Jumat Tehran mengatakan bahwa di masa Perang Pertahanan Suci, rakyat Iran menunjukkan keberaniannya. "Para pemuda Iran secara sukarela mendaftarkan dirinya untuk maju ke medan perang. Dengan begitu mereka telah menancapkan kembali pondasi budaya keberanian dan kesyahidan yang sekali lagi telah menjaga Islam," katanya.

Ayatullah Jannati menambahkan, "Saat itu didirikan lembaga-lembaga Basij (sukarelawan rakyat) dan Sepah Pasdaran (Pasukan Garda Revolusi Islam Iran) di bawah kepemimpinan Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran yang disambut dengan kehadiran sukarela para pemuda Iran di lembaga-lembaga tersebut."

"Secara keseluruhan semua ini telah menyebabkan kekalahan dan mundurnya lawan secara memalukan dari Iran, tanpa sedikitpun dari wilayahnya yang terpisah," tandasnya.