Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Ali Movahedi-Kermani, khatib shalat Jumat Tehran menilai segala bentuk agresi militer ke Suriah merugikan negara-negara haus perang dan berujung pada kehancuran Rezim Zionis Israel.
Ayatullah Kermani dalam khutbah Jumatnya di Tehran seraya mengisyaratkan transformasi terbaru di Suriah dan ancaman agresi militer terhadap Damaskus menandaskan, "Dampak merugikan dari agresi militer ke Suriah bukan hanya dirasakan oleh negara agresor, namun Israel juga bakal mengalami kesulitan dan kehancuran."
Khatib shalat Jumat Tehran mengungkapkan rasa optimisnya dan menambahkan, "Amerika terkait transformasi Suriah harus bertindak rasional dan sebaiknya menghindari untuk mengobarkan perang besar yang akan membuat stabilitas keamanan di kawasan terganggu."
Ayatullah Movahedi Kermani juga menyinggung kondisi Mesir saat ini dan menekankan, sangat disesalkan bahwa negara beradab dan memiliki banyak ulama serta cendikiawan telah dilanda musibah besar.
Menurut Ayatullah Kermani, bentrokan yang terjadi saat ini di Mesir akibat konspirasi imperialis dunia dan Zionis internasional demi melemahkan negara-negara Islam.
"Rakyat Mesir dengan kewaspadaan tinggi dan persatuan bangkit melawan musuh-musuh mereka," tekan Ayatullah Kermani.
Ayatullah Kermani menjelaskan bahwa kekuatan arogan dunia senantiasa berusaha menguasai sumber-sumber dan kekayaan bangsa di kawasan dengan menggunakan kekerasan, pembantaian warga dan petualangan regionalnya.
"Munculnya Rezim Zionis Israel dan berkuasanya pemerintahan pro Barat di kawasan adalah demi kepentingan negara arogan dan Zionis internasional serta melemahkan Islam," ungkap Ayatullah Kermani.
Dalam khutbahnya Ayatullah Kermani menyebut kemenangan Revolusi Islam Iran yang dipimpin Imam Khomeini telah membuat kekuatan arogan dan imperialis dunia ketakutan serta kegagalan mereka menguasai dunia. Beliau menekankan, pejuang Islam di era perang pertahanan suci dengan pengorbanan dan resistensinya dalam mengadapi umat kafir dan arogan berhasil melumpuhkan konspirasi musuh anti Iran dan Islam.
Khatib shalat Jumat Tehran juga menilai klaim keberadaan PBB dan Dewan Keamanan untuk membela dan membantu umat manusia sebagai kebohongan nyata. "Sejatinya lembaga ini sekedar alat bagi kekuatan arogan dunia dalam menggapai ambisi dan arogansinya menguasai dunia," tambah Ayatullah Kermani.
Ayatullah Movehedi Kermani seraya mengisyaratkan kejahatan Amerika Serikat terhadap berbagai bangsa termasuk pengeboman nuklir di kota Heroshima dan Nagasaki, Jepang menandaskan, "Dewasa ini seluruh bangsa yang sadar di dunia berusaha untuk melepaskan diri dari pengaruh asing."