22 Mei 2013 - 15:04
Tokoh Revolusinya Bebas, Rakyat Bahrain Bersuka Cita

Abdul Wahab Husain yang disebut oleh rakyat Bahrain sebagai tokoh penggerak revolusi dibebaskan oleh rezim Bahrain senin (20/5) meskipun sebelumnya divonis hukuman penjara seumur hidup karena keterlibatannya dalam menggerakkan massa yang menentang pemerintahan Ali Khalifah. Kebebasannya disambut suka cita ribuan rakyat Bahrain.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Syaikh Isa Qasim ketua Dewan Syura Ulama Islam Bahrain kembali bertemu dengan Sekjen al Wafa Abdul Wahab Husain untuk pertama kalinya setelah petinggi al Wafa tersebut dipenjarakan rezim Bahrain sejak tahun 2011 silam. Abdul Wahab Husain yang disebut oleh rakyat Bahrain sebagai tokoh penggerak revolusi dibebaskan oleh rezim Bahrain senin (20/5) meskipun sebelumnya divonis hukuman penjara seumur hidup karena keterlibatannya dalam menggerakkan massa yang menentang pemerintahan Ali Khalifah.

Abdul Wahab Husain pada tanggal 14 Februari tahun 2011 setelah shalat subuh memimpin sejumlah massa yang menggelar aksi unjuk rasa dengan bergerak menuju Maidan Lu'lu. Aksi tersebut mendapat dukungan masyarakat luas, sehingga pada hari-hari selanjutnya jumlah massa yang menuntut terjadinya perubahan di Bahrain semakin meningkat. Dengan alasan telah menggerakkan massa dan memimpin sejumlah aksi demonstrasi yang telah menimbulkan ketidak amanan, tokoh yang mengantongi ijazah S1 jurusan filsafat dan Sosiologi dari Universitas Kuwait tersebut ditangkap dan dijebloskan ke penjara oleh pihak keamanan Bahrain.

Abdul Wahab Husain (58) yang oleh rakyat Bahrain disebut sebagai ustad dengan laqab Pencetus Revolusi ((مُفجّر الثورة adalah petinggi Tyar al Wafa al Islami, organisasi yang mempelopori terjadinya gerakan revolusi di Bahrain yang dibentuknya. Beliau sebelumnya bergabung dalam kelompok al Wafaq namun sejak tahun 2005 memisahkan diri dan membentuk organisasi baru. Beliau ditangkap tanggal 12 Maret 2011 setelah menyampaikan orasinya yang pedas dihadapan ribuan demonstran di Maidan Lu'lu. Bebasnya tokoh revolusi Bahrain tersebut disambut hangat ribuan orang pendukungnya.


ا



..............