Menurut Kantor Berita ABNA, Hujatul Islam Kazem Sedighi dalam khutbah Jumatnya hari ini (1/2) menilai Pekan Persatuan sebagai warisan berharga pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra. Ia mengatakan, "Dengan persatuan, umat Islam akan mampu menggagalkan seluruh konspirasi musuh di kawasan."
Menyinggung masalah konspirasi yang dirancang imperialis dan rezim penjajah Israel untuk menciptakan perpecahan serta perang antarmazhab di antara umat Islam di kawasan, Sadeghi menegaskan, "Dengan mengesampingkan perbedaan dan dengan kesadaran, umat Islam dapat menggagalkan tipu daya musuh."
Sadeghi juga menjelaskan tentang pengaruh Revolusi Islam di kawasan. Revolusi Islam, katanya, telah mengubah perimbangan kekuatan di kawasan, dan ia mampu menampilkan gagasan baru untuk mengelola tatanan dunia.
"Kekalahan beruntun kaum imperialisme dan Barat atas Revolusi Islam Iran memaksa mereka terus memproduksi konspirasi-konspirasi baru. Namun dengan kesadaran bangsa dan pemerintah Iran, konspirasi-konspirasi itu dapat digagalkan," tandasnya.
Hujatul Islam Sadeghi meyakini bahwa masalah Palestina adalah masalah utama dunia Islam. Sebagian penguasa negara-negara di kawasan bukannya membela bangsa Palestina dalam menghadapi Israel, sebaliknya langkah-langkah yang mereka ambil justru membantu rezim itu untuk mencapai tujuan-tujuannya.
Ia menganggap kebangkitan Islam di sejumlah negara kawasan bersumber dari Revolusi Islam Iran dan kebangkitan Islam ini semakin meluas.