Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Shalat Jumat Tehran, Hujjatul Islam Kazem Seddiqi menilai semangat pergerakan 9 Dey 1388 (30 Desember 2009) menunjukkan kewaspadaan dan kesiapan bangsa Iran menghadapi segala bentuk konspirasi dan fitnah yang ditebar musuh guna merusak Republik Islam.
Hujjatul Islam Kazem Seddiqi di khutbah Shalat Jumatnya (28/12) menandaskan, "Bangsa Iran pada 9 Dey berhasil menggagalkan konspirasi Barat yang berusaha merusak pemerintahan Republik Islam serta cita-cita Revolusi Islam. Perlawanan rakyat Iran ini membuat musuh mengalami kekalahan telak."
Khatib shalat Jumat Tehran menandaskan bahwa api fitnah 9 Dey 1388 (30 Desember 2009) yang dikobarkan para penyulut fitnah, sangat teroganisir dan mendapat dukungan penuh kekuatan dunia, namun rakyat Iran dengan kecerdikan dan kewaspadaan mereka berhasil memadamkan fitnah ini serta menorehkan perjuangan sangat menentukan di sejarah Revolusi Islam.
Hujjatul Islam Kazem Seddiqi seraya menjelaskan bahwa rakyat Iran di tiga dekade lalu dengan pengorbanan mereka menghadapi segala bentuk represi dan ancaman musuh Islam terhadap Iran temasuk perang yang dipaksakan selama delapan tahun dengan Rezim Saddam Hussein, diktator terguling Irak dan selanjutnya rakyat Iran pun tetap melanjutkan perjuangannya.
"Musuh Republik Islam Iran harus menyadari bahwa rakyat Iran dengan petunjuk dan arahan Imam Khomaini akan bertindak tegas terhadap mereka yang berusaha memusuhi dan melakukan konspirasi terhadap cita-cita Revolusi Islam," tandas Hujjatul Islam Kazem Seddiqi.
Setelah sejumlah pengobar fitnah pada tanggal 6 Dey 1388 (27/12/2009) menyerbu warga yang tengah menggelar acara duka (aza) Imam Husein as dan mengobarkan kerusuhan, warga di seluruh Iran pada tanggal 9 Dey 1388 turun ke jalan-jalan menyatakan kecaman mereka terhadap penyulut fitnah dan musuh Republik Islam. Di aksi heroik rakyat Iran ini mereka kembali menyatakan baiatnya kepada Pendiri Republik Islam Iran, Ayatullah Khomeini dan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran (Rahbar), Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khameni.
Khatib shalat Jumat Tehran di bagian lain khutbahnya menilai dukungan terhadap warga tertindas Jalu Gaza dan Lebanon sebagai prinsip dasar Republik Islam Iran. "Imam Khomeini sangat menekankan dukungan terhadap bangsa Palestina yang dizalimi oleh rezim penjajah Israel," ungkap Hujjatul Islam Kazem Seddiqi.