Menurut Kantor Berita ABNA, Imam shalat Jumat Tehran, Ayatullah Jannati, dalam khutbahnya menyinggung masalah Suriah dan mengatakan, "Sekarang rakyat Suriah sedang menghadapi kesulitan berlipat ganda. Semua masyarakat dunia mengetahui bahwa Arab Saudi, Qatar, Amerika Serikat, Inggris dan rezim Zionis Israel membantu para kelompok bersenjata."
Ayatullah Jannati menilai kondisi di Suriah saat ini sama seperti kondisi Republik Islam di era Perang Pertahanan Suci melawan agresi rezim Saddam. Dikatakannya, "Ketika itu, seluruh negara dunia membantu Irak untuk menghancurkan Iran, dan kini kondisi yang sama sedang dihadapi negara yang berdiri tegak melawan rezim Zionis Israel."
"Saat ini, sekitar 95 persen teroris yang beraktivitas di Suriah adalah anasir-anasir asing. Dari mana mereka datang dan siapa yang mendukung mereka. Masalahnya sudah jelas bahwa sebuah kekuatan di kawasan yang bangkit melawan rezim Zionis, harus dihancurkan," tutur Ayatullah Jannati.
Di bagian lain khutbahnya, Ayatulalh Jannati menyinggung pelaksanaan pemilu di Amerika Serikat dan mengatakan, "Pemilu ini mengungkap skandal memalukan bagi negara ini. Jika hal itu terjadi di negara penentang [AS] maka mereka akan berkoar memekikkan telinga tentang rendahnya tingkat partisipasi masyarakat."
Beliau mengatakan bahwa 90 persen warga AS yang memiliki hak pilih tidak berpartisipasi dalam pemilu, meski demikian milyaran dolar tetap dikeluarkan untuk memilih "orang yang akan melanjutkan jalan menyimpangnya."(IRIB)