25 Oktober 2012 - 23:19

"Hari dimana manusia pada hari itu tidak melakukan kemaksiatan dan keburukan maka itu adalah hari 'Aid (raya) baginya." (Amirul Mukminin as)

Menurut Kantor Berita ABNA, 'Aid adalah masa pergantian. Sebuah gerakan alami menuju arah kesempurnaan. Setiap manusia yang mengalami kemajuan dan peningkatan ilmu, ma'rifat, kebahagiaan dan menemukan makna baru dalam kehidupannya disebut sedang mengalami 'aid. Riwayat yang masyhur dari Amirul Mukminin, "Hari dimana manusia pada hari itu tidak melakukan kemaksiatan dan keburukan maka itu adalah hari 'Aid baginya." Seseorang yang melakukan kemaksiatan atau keburukan maka pada hakekatnya baik secara lahiriah dan batiniah menjauhkan ia pada kebahagiaan dan kesempurnaan, sehingga bagi yang tidak melakukannya pantaslah baginya merayakannya.

Kisah Idul Qurban

Pada malam kesembilan dan sepuluh Zulhijjah, Nabi Ibrahim as menerima wahyu untuk menyembelih anaknya Ismail dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT di Mina dekat Makah.

Menyembelih sendiri anak kesayangan adalah sebuah ujian yang sangat besar dan berat. Namun ayah dan anak itu dengan kebesaran jiwanya mampu melewatinya. Nabi Ibrahim as tanpa sedikitpun rasa berat hati membawa puteranya ke Mina dalam keadaan tangan dan kakinya terikat, dengan niat memenuhi titah Ilahi beliau hendak menyembeli puteranya sendiri. Nabi Ismail as pun tanpa memiliki rasa keberatan apalagi penentangan ikhlas mengemban perintah Ilahi tersebut.

Namun atas kehendak Ilahi, sebelum pisau tajam menyentuh kulit leher nabi Ismail As, Allah SWT berfirman kepada nabi Ibrahim, "Wahai Ibrahim, kamu berhasil melalui ujian Ilahi dengan baik. Sekarang lepaskan anakmu, dan pada tempatnya letakkan kambing yang Aku kirimkan padamu sebagai hadiah untuk kau kurbankan."

Nabi Ibrahim as pun kemudian merasa sangat bahagia dengan firman Allah SWT yang membatalkan perintah untuk menyembelih putera yang teramat disayanginya. Nabi Ibrahim as pun mencium kening anaknya dan pada posisinya, ia menempatkan kambing dari surga yang telah dikirimkan untuknya untuk disembelih. Peristiwa tersebut diabadikan umat Islam sebagai hari Idul Qurban.

Sampai saat ini umat Islam dipenjuru dunia, baik yang sedang berhaji ataupun tidak, yang berada di Mina ataupun di tempat lain, setiap 10 Zulhijjah menyembelih unta, sapi, domba atau kambing sebagai kurban atas perintah Allah SWT.

Amalan Malam dan Hari Idul Qurban

Malam 10 Zulhijjah adalah malam yang penuh dengan keberkahan. Malam dimana pintu langit terbuka untuk menerima do'a-do'a yang dipanjatkan. Adapun amalan yang disunnahkan dilakukan pada malam tersebut diantaranya adalah:

1.     Menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.

2.     Membaca ziarah Imam Husain as.

3.     Membaca do'a "Ya daaimal fadhli 'alaal Bariyya…. Dan seterusnya.

Sementara amalan yang dianjurkan dilakukan pada hari Idul Qurban diantaranya:

1.     Mandi. Hukum mandi pada hari ini adalah sunnah muakkad, bahkan menurut sebagian ulama hukumnya wajib.

2.     Menyelenggarakan shalat Id secara berjama'ah. Pelaksanaannya sebagaimana shalat Idul Fitri.

3.     Menyembelih hewan kurban.

4.     Membaca do'a Nudbah.

5.     Mengumandangkan takbir.