28 September 2012 - 18:34

Berkaitan dengan hari wiladah Imam Ridha as, komunitas muslim Syiah Sudan mengadakan peringatan wiladah Imam Ridha as bersama dengan para pejabat kedubes Iran di Khourtum, ibu kota Sudan.

Menurut Kantor Berita ABNA, berdasarkan informasi dari divisi umum kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Sudan, berkaitan dengan hari wiladah Imam Ridha as, komunitas muslim Syiah Sudan mengadakan peringatan wiladah Imam Ridha as bersama dengan para pejabat kedubes Iran di Khourtum, ibu kota Sudan.                                      

Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur'an, Hujjatul Islam Malakuti, ketua divisi Kebudayaan Dubes Iran untuk Sudan menyampaikan ceramahnya. Beliau menekankan bahwa momentum peringatan hari-hari kelahiran dan syahadah para Aimmah as hendaknya dijadikan sebahai momentum persatuan umat Islam. Terlebih lagi menurut beliau di masa sekarang, yang pihak musuh Islam secara terang-terangan dan semakin keras dalam menampakkan permusuhannya terhadap umat Islam maka persatuan dan kebersamaan umat adalah sebuah keniscayaan.

Dalam lanjutan ceramahnya, cendekiawan Iran tersebut juga turut menyatakan kecamannya atas merebaknya film penghinaan kepada Nabi Muhammad saw. Menurut beliau, penghinaan dan pelecehan terhadap simbol-simbol suci agama tidak bisa didiamkan dan tidak boleh dianggap berlalu begitu saja tanpa ada tindakan hukum yang tegas.

Dalam kesempatan tersebut, Hujjatul Islam Malakuti turut membacakan pesan Rahbar mengenai hal-hal yang harus dilakukan kaum muslimin dalam menyikapi penghinaan terhadap agama dan Nabi Muhammad saw. Acara yang diikuti ulama, pejabat, cendikiawan, tokoh-tokoh masyarakat, staff kedutaan dan warga Sudan termasuk warga Iran yang bermukim di Sudan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat. Syair-syair pujian terhadap Ahlul Bait, khususnya Imam Ridha as mewarnai peringatan hari kelahiran Imam Ridha as.