Menurut Kantor Berita ABNA, Wakil Presiden Boediono bertemu dengan Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad-Reza Rahimi pada Rabu 29 Agustus 2012 malam di Kantor Wakil Presiden Iran, Teheran. Pertemuan ini dilaksanakan sehari sebelum dimulainya Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok ke-16 di Teheran.
Usai bertemu dengan Rahimi, Wapres bertatapmuka dengan masyarakat Indonesia di Iran dan menjelaskan pertemuannya dengan Rahimi. Rahimi menyampaikan penghargaan dan terimakasih atas kehadiran dirinya dalam konferensi. Rahimi mengatakan pernah datang ke Indonesia dan mencintai Indonesia yang disebutnya sebagai negeri yang damai yang telah menerimanya sebagai saudara sendiri. "Karena itu selamat datang di Iran, anggaplah berada di tanah sendiri," kata Wapres Boediono menirukan Rahimi.
Dalam pertemuan itu, Rahimi berharap agar hubungan kedua negara dapat lebih ditingkatkan. "Masih banyak potensi yang dapat digali, seperti kerjasama pembangunan kilang minyak di Iran yang masih belum terwujud yang disebabkan kelambatan keputusan di pihak Iran," kata Wapres Boediono.
Nilai perdagangan kedua negara baru mencapai USD 1,8 miliar pada tahun 2011. Nilai ini masih di bawah Singapura, Thailand dan Malaysia. Rahimi mengatakan ia akan mengirimkan tim khusus ke Indonesia untuk menginvetarisir potensi-potensi yang ada. Iran sangat terbuka menerima barang-barang produksi di Indonesia. "Sebagai sesama negara muslim, kita dapat saling memenuhi kebutuhan," ujar Rahimi. Wapres Boediono pun menyambut baik dan membuka seluas-luasnya hubungan dengan Iran.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran Dian Wirengjurit.