Menurut Kantor Berita ABNA, Wakil Partai Islam Republik Azerbaijan mengajukan protes menyusul keputusan pemerintah kota Ganja, yang melarang menggelar ritual itikaf atau lailatul qadar serta acara iftar bulan Ramadan di masjid-masjid. IRNA (2/8) melaporkan, Akif Heidarali mengatakan, "Campur tangan lembaga eksekutif dalam masalah agama menimbulkan berbagai kesulitan bagi umat Muslim." Ditambahkannya bahwa segala bentuk intervensi pemerintah dalam urusan ibadah dan agama Muslim Azerbaijan akan memantik ketidakpuasan masyarakat secara meluas. Walikota Ganja, Elmar Valiev, melarang segala bentuk acara itikaf di malam-malam lailatul qadar dan juga iftar bersama bulan Ramadan di masjid-masjid kota ini. Kota Ganja terletak di 320 kilometer dari Baku, ibukota Azerbaijan dan merupakan kota kedua dengan populasi terbanyak di negara ini.
2 Agustus 2012 - 19:30
Kode berita: 333968
Wakil Partai Islam Republik Azerbaijan mengajukan protes menyusul keputusan pemerintah kota Ganja, yang melarang menggelar ritual itikaf atau lailatul qadar serta acara iftar bulan Ramadan di masjid-masjid.