22 Desember 2011 - 20:30

Juru bicara Departemen Kesehatan Irak, Ziyad Tariq mengkonfirmasikan bertambahnya jumlah korban tewas dalam aksi teror Baghdad menjadi 65 orang.

Menurut Kantor Berita ABNA, Polisi Irak menyatakan dalam sejumlah aksi teror yang terjadi Senin (19/12) di wilayah tengah negara ini dua orang tewas dan 15 lainnya cidera.

Akibat ledakan bom di sebuah jalan di pusat Provinsi Salahuddin yang dipasang di dekat bus, satu orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka, ungkap seorang pejabat di pusat komando polisi yang tidak bersedia disebutkan identitasnya kepada Kantor Berita Xinhua.

Sebuah sumber Departemen Dalam Negeri Irak kepada Xinhua juga menyatakan bahwa ledakan bom lainnya di wilayah Amriyah menewaskan seorang warga sipil dan menciderai dua orang lainnya.

Adapun ledakan di wilayah Jadriyah, di pusat kota Baghdad, tiga warga sipil dilaporkan mengalami cidera dan ledakan di selatan Baghdad menciderai tiga warga.

Pejabat Irak menandaskan, kelompok bersenjata memasang dua bom di rumah anggota polisi di 20 km utara Baghdad. Ledakan dua bom tersebut menciderai lima anggota personil polisi serta merusak separuh rumahnya.

Korban Aksi Teror di Irak Terus Bertambah

 Aksi teroris di wilayah Syiah di Baghdad setelah dilakukan pendataan korban dari berbagai rumah sakit tercatat 65 orang tewas dan sedikitnya 197 lainnya cidera, ungkap Ziyad Kamis (22/12) saat diwawancarai Fars News.

Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki dalam statemennya kemarin menyatakan, mengingat waktu dan tempat aksi teror dapat disimpulkan bahwa aksi brutal ini bermuatan politik. Kami memperingatkan bahwa pelaku aksi biadab ini tidak akan lolos dari jeratan hukum dan mengubah proses politik di negara ini, tegas al-Maliki. (IRIB Indonesia/MF)