21 Oktober 2011 - 20:30

Hujjatul Islam Muhammad Hasan Akthari berkaitan dengan ucapan ulama Wahabi yang menghina Syiah mengatakan, "Tanggapan kami terhadap ucapan yang tidak berasas tersebut adalah jelas, bahwa Abdul Aziz Al Syaikh berupaya menutup-nutupi hal sebenarnya yang terjadi di Arab Saudi terutama syariat yang diinjak-injak oleh Raja Saudi."

Menurut Kantor Berita ABNA, seiring dengan penghinaan Abdul Aziz al Syaikh, imam Shalat Jum'at di Riyadh atas pengikut mazhab Ahlul Bait as dan kelancangan khatib Madinah Syaikh Huzaifi terhadap imam Zaman, pimpinan Majma Jahani Ahlul Bait mengecam keras ucapan dan propaganda negatif mereka terutama upaya mereka melindungi kezaliman pemerintah Kerajaan Saudi.

Hujjatul Islam Muhammad Hasan Akthari berkaitan dengan ucapan mereka mengatakan, "Tanggapan kami terhadap ucapan yang tidak berasas tersebut adalah jelas, bahwa Abdul Aziz Al Syaikh berupaya menutup-nutupi hal sebenarnya yang terjadi di Arab Saudi terutama syariat yang diinjak-injak oleh Raja Saudi."

Merujuk kepada kebencian Syaikh Huzaifi terhadap Ahlul Bait, Akhtari mengatakan, “Huzaifi telah beberapa kali mengadili mazhab Syiah secara in absentia dan dengan kelancangan bahasanya.  Ia telah beberapa kali bersikap biadab, mencela dan menuduh secara tidak adil terhadap pengikut Ahlul Bait as”.

Beliau menegaskan bahwa kebanyakan ulama Wahabi Arab Saudi memperalat kedudukan agama mereka demi mengambil bagian dalam membela pemerintah yang membunuh banyak orang tidak berdosa. Kata beliau, “Sudah tentu Huzaifi sendiri telah memberi jawaban kepada dirinya sendiri di dalam ucapannya. Beliau menuduh sebuah negara asing telah masuk campur dalam urusan Arab Saudi; sedangkan jika masuk campur dalam urusan sebuah negara itu adalah tidak sah, terlebih dahulu lebih baik beliau memprotes kerajaan Saudi yang melakukan kezaliman dan turut campur dengan urusan dalam negeri Bahrain dan menuntut pasukan militer mereka keluar dari Bahrain”.

“Apa hak mereka menyerang Bahrain dan menjajahnya? Apa sebab dan hasrat mereka menjadikan rakyat Bahrain sebagai musuh mereka? dan mereka juga membunuh lelaki, perempuan, kanak-kanak, remaja dan orang tua? Sekarang sudah berpuluh-puluh rakyat Bahrain dibunuh. Jikalau mencampuri urusan dalam negeri sesebuah negara tidak dibenarkan -yaitu kita juga tidak membenarkannya - Huzaifi dan Al Syaikh hendaklah mengawali kritikan terhadap kerajaan Arab Saudi. Jikalau mereka berani, hendaklah mereka menyerang Raja Saudi dan bertanya: Mengapa kalian mengirim militer yang kemudian menyerang penduduk sipil Bahrain?"

 “Perumpamaan Huzaifi tidak akan sekali-kali menjadi sebagian daripada iman kepada Allah. Beliau memperalat shalat dan mimbar demi hawa nafsu dan mengeruk kepentingan peribadi. Beliau selalu menyalahgunakan mimbar-mimbar masjidil haram dan masjid Nabawi”. Tegas ketua Majma Jahani Ahlul Bait ini.

Mengenai fatwa-fatwa ulama Wahabi yang kebanyakan tidak Islami, beliau mengatakan, “Mereka mempergunakan kedudukan pemberi fatwa bukan untuk kebenaran dan lebih seringnya malah untuk mengkafirkan umat Islam yang tidak sepahaman dengan mereka. Mereka belum cukup dengan hanya mengkafirkan Syiah saja”.

Anggota Majelis Ilmu Rahbar ini turut mengkritik keangkuhan Huzaifi dalam membicarakan akidah mahdawiyat.  Akhtari mengatakan, “Orang ini jahil dan tidak mengetahui apa-apa sehingga biadab terhadap Imam Zaman. Masalah kehadiran Imam Zamanpun  sangat jelas bahkan bagi mereka yang awam sekalipun. Namun orang seperti beliau tidak bersedia merujuk kepada kitab-kitab sendiri seperti Kutubu Sittah, untuk melihat dan memahami riwayat-riwayat tentang Imam Mahdi yang dinantikan. Tokoh-tokoh dan ulama Syiah selalu menyampaikan bahwa kami bersedia berbicara bersama mereka di dalam pertemuan-pertemuan  resmi dan ilmiah supaya mereka membawa dalil dan argumentasi mereka untuk kami dengar. Namun mereka tidak pernah bersedia untuk berdiskusi”.

Pimpinan Majma Jahani Ahlul Bait turut menyinggung mengenai dakwaan-dakwaan ulama Wahabi bahwa Saudi memberikan kebebasan kepada masyarakat Syiah di negaranya. Beliau mengatakan, “Sekiranya mereka prihatin terhadap rakyat Arab Saudi dan hak-hak Syiah, lebih baik mereka ke kawasan penduduk Syiah seperti wilayah Timur dan melihat dengan mata sendiri secara lebih dekat, di mana Syiah di Arab Saudi dilarang dan diharamkan dari melangsungkan shalat berjamaah dan mengadakan majelis-majelis Al-Quran. Apakah mereka tidak melihat samada Huzaifi memberi kebebasan atau menyakiti pengikut Ahlul Bait di Madinah, Makkah, Qatif dan Awwamiyah? Atau karena mereka jahil dan fanatik untuk memahami apa yang terjadi?”.

Akhtari mengatakan kepada Huzaifi dan Al Syaikh, “Mereka mesti memberikan jawaban mengapa Syiah di Arab Saudi disisihkan dari kerajaan dan tidak mendapat jabatan apapun dalam kerajaan? Mengapakah mereka dilarang dari memperolehi hak-hak sebagaimana penduduk di kawasan Arab Saudi yang lain? Semua ini terjadi sedangkan lebih 3 juta Syiah, mazhab-mazhab dan berbagai suku tinggal di Arab Saudi”.

 “Saya dapat merasakan bahwa Huzaifi dan Al Syaikh sebagaimana Bin Baz dan para ulama yang lain serta penyokong kezaliman, disebabkan mempunyai rasa benci dan perseteruan dengan Ahlul Bait, mereka menjadi seperti hari ini. Sungguh pun mereka juga mendakwah mencintai Ahlul Bait, namun ungkapan cinta pada Ahlul Bait tidak dapat memperdayakan umat Islam dan mereka tidak menerima kata-kata seperti ini”. Tegas Akhtari.

Beliau menambahkan, “Dari sisi lain, semua orang tahu bahwa individu seperi mereka adalah boneka. Mereka adalah orang upahan Al Saud dan kerajaan Saudi tidak sering turun ke lapangan politik dan masyarakat. Mereka tidak mampu menghadapi tuntutan-tuntutan hak rakyat, disamping menyerang  kebebasan berpikir  dan yayasan-yayasan hak asasi manusia. Agen mereka ini digerakkan dan mereka diminta berbicara tentang ini”.

Selain itu, beliau turut menceritakan tentang berbagai kerusakan di kalangan keluarga Raja Saudi, “Kerusakan dan kekejian mereka serta keluarga mereka di Eropa, dan berbagai tempat yang lain adalah sesuatu yang tidak dapat dinafikan. Sekarang jikalau ulama Wahabi jujur berbicara, persoalkanlah tentang mereka yang meminum arak, judi dan bermain anjing. Jikalau mereka ini sadar tentang Islam, sekurang-kurangnya ada sekali dalam setahun mengkritik semua kekejian dan kerusakan keluarga Al Saud, termasuk melakukannya di dalam Haramain. Namun individu seperi ini tidak berani dan enggan berbicara untuk menentang kehendak Al Saud. Mereka ini adalah kaki tangan dan tidak mempunyai pilihan lain dari seorang hamba selain berkata iya di depan tuannya”.

Berkaitan dengan  kebangkitan penduduk Syiah di Arab Saudi, ulama Saudi Abdul Aziz Al Syaikh dan Syaikh Ali Al-Huzaifi dalam khutbah Jumaat lalu di kota Riyadh dan Madinah melancarkan serangan sengit terhadap Syiah sambil menyatakan rasa sakit hati terhadap kesadaran dan kebangkitan rakyat kawasan yang dikaitkan dengan Iran. Akibatnya merekapun tidak segan-segan mengeluarkan opini yang menghina kesucian mazhab Ahlul Bait as.