Menurut Kantor Berita ABNA, menjelang peringatan hari kelahiran Imam Hasan al Mujtaba, Ayatullah Sayyid Ahmad Khatami sempat diwawancarai dengan wartawan ABNA di tempat kerjanya. Ketika ditanya adanya perbedaan metode menghadapi kezaliman antara Imam Hasan as dan Imam Husain as beliau menjawab, "Perselisihan atau perbedaan pendapat antara para imam tidak dapat diterima dan tidak mungkin itu terjadi. Darah yang mengalir dalam urat nadi Sayyidul Syuhada Imam Husain as adalah darah yang juga mengalir di dalam urat nadi Imam Hasan as. Dan darah itu pula yang mengalir deras dalam tubuh Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib as."
Menurutnya perbedaan antara kedua imam tersebut hanyalah perbedaan metode yang diambil berdasarkan situasi dan kondisi dimana keduanya berada. Jika Imam Husain as menjadi imam dimasa keimamahan Imam Hasan as maka sebuah keniscayaan imam Husain as akan menempuh jalan yang sama sebagaimana yang ditempuh kakak kandungnya tersebut. Beliau juga menjelaskan bahwa dengan perdamaian yang dipilih oleh Imam Hasan as tidaklah menunjukkan bahwa Imam Hasan as kurang berani atau takut berperang di banding imam Husain as. "Para Aimmah as melakukan segala sesuatu bukan berdasarkan nafsu belaka, melainkan adanya perintah dari Allah swt." Jelas ulama yang merupakan anggota majelis tertinggi Majma Jahani Ahlul Bait ini.
Mengenai tuduhan negatif terhadap Islam, beliau mengatakan, "Islam adalah sebuah ajaran yang sederhana, tidak memberatkan pengikutnya namun juga tidak terlalu menggampangkan. Kita tidak boleh termakan provokasi pihak-pihak yang tidak senang melihat perkembangan yang sedang dialami umat Islam."
Lebih lanjut Ayatullah Sayyid Khatami mengatakan, "Segala tudingan negatif dan buruk mengenai Islam harus kita jawab dengan menyodorkan fakta yang ada. Dalam diskusi-diskusi ilmiah mengenai agama, harus berdasarkan motivasi mencari kebenaran bukan karena ingin menjadi pemenang dan menghancurkan pihak lain. Argumen-argumen yang diajukan harus berdasarkan dalil dan hujjah yang jelas, bukan didasarkan pada prasangkaan dan dugaan-dugaan semata, apalagi jika disertai dengan emosi dan kedengkian. Kita tidak akan mendapatkan manfaat dari sebuah majelis diskusi yang disertai dengan emosi."