28 Juni 2011 - 19:30

Warga kota Qutaif dan kota-kota lainnya di bagian timur dan selatan Arab Saudi semenjak dua bulan sebelumnya merespon adanya perubahan besar dibeberapa Negara di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah juga turut melakukan demonstrasi dan menggelar aksi-aksi unjuk rasa di jalan-jalan kota.

Menurut Kantor Berita ABNA, warga kota Qutaif dan kota-kota lainnya di bagian timur dan selatan Arab Saudi semenjak dua bulan sebelumnya merespon adanya perubahan besar dibeberapa Negara di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah juga turut melakukan demonstrasi dan menggelar aksi-aksi unjuk rasa di jalan-jalan kota. Mereka menuntut kepada pemerintah negeri tersebut untuk lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat dan membebaskan tahanan-tahanan politik yang tidak terbukti bersalah atau yang ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara tanpa melalui prosedur hukum..

Media surat kabar setempat memberitakan, dalam aksi unjuk rasa di kota Qutaif sejumlah anak muda mengenakan kain kafan dalam aksi unjuk rasanya, mereka menuntut dibebaskannya tahanan-tahanan politik. Para pengunjuk rasa dalam aksi demonstrasi tersebut juga menuntut agar pemerintah Arab Saudi tidak turut campur tangan dengan urusan dalam negeri Bahrain,  menghentikan pengiriman pasukan bersenjata dan bantuan militer ke Bahrain serta menarik pasukan militer Saudi yang telah terlanjur berada di Bahrain. Menurut pengunjuk rasa sebagaimana yang tertulis di kain-kain spanduk yang mereka bawa, rezim Saudi selama ini melakukan tindakan-tindakan yang menginjak-injak kemanusiaan dan menyepelekan hak-hak asasi manusia.

Meskipun aturan Negara Saudi, aksi demonstrasi adalah bentuk pelanggaran keras sebagian besar rakyat Saudi khususnya di kota-kota bagian Timur Saudi masih terus menggelarnya. Sampai sekarang dari media resmi pemerintah Saudi masih terus menyembunyikan adanya aksi-aksi massa tersebut. Namun banyak saksi mata yang menyatakan aksi unjuk rasa rakyat Saudi masih terus berlanjut bahkan pihak keamanan telah menjebloskan puluhan orang pengunjuk rasa.