Menurut Kantor Berita ABNA, meskipun mendapatkan tekanan yang luar biasa, rakyat Bahrain tetap melanjutkan perjuangannya untuk menuntut hak-haknya. Kemarin malam, warga kota Sanabas, melakukan aksi unjuk rasa dengan melibatkan kehadiran ulama-ulama dari Sunni dan Syiah.
Salah seorang anggota organisasi penegakan HAM Bahrain Abbas al Amran menyinggung aksi unjuk rasa besar-besaran beberapa hari sebelumnya, berkata, "Rakyat Bahrain dengan jumlah yang sangat besar tersebut, berkumpul untuk memperbaharui janji kesetian mereka terhadap revolusi dan bertekad untuk terus memperjuangkan hak-hak mereka."
Abbas al Amran lebih lanjut menyinggung adanya tekanan yang lebih hebat dari rezim Ali Khalifah namun demikian tidak mengurangi semangat rakyat untuk terus melanjutkan jalannya revolusi yang mereka gulirkan sejak 14 Februari silam.