17 April 2011 - 19:30

Takbir yang terus bertalu. Pengiriman kasus Ali Khalifah ke Mahkamah internasional. Persiapan syiah Pakistan untuk mulai melakukan aksi unjuk rasa. Sandungan untuk pimpinan Bahrain dan Arab Saudi. Kemarahan Alawi atas persekutuan masyarakat Irak dengan masyarakat Bahrain. Belasungkawa pada jenazah Alamah Gharifi….

Menurut Kantor Berita ABNA, pada hari sabtu masyarakat revolusioner Bahrain masih terus bersemangat melanjutkan perjuangan mereka. Hari ini adalah hari ke-62 sejak hari pertama pergerakan mereka.

Yang kami ulas disini adalah kejadian yang terjadi pada hari sabtu.

Jam 00.05 dini hari waktu Teheran. Takbir yang terus bertalu-talu

Masyarakat kota dan desa Bahrain sampai hari ini masih melantunkan takbir revolusi mereka. Tetap kukuh hingga sampai pada kemenangan.

00.25 dini hari waktu Teheran. Kasus Ali Khalifah dikirim ke Mahkamah Internasional.

Mahkamah Internasional sudah mengambil langkah penting dengan melayangkan surat pada raja Bahrain dengan atas prilaku kejahatan dan anti kemanusiaan yang sudah dilakukannya.

Pada keputusan penting disebabkan prilaku tindak kejahatan seperti pembunuhan, pencekalan, penganiayaan, penyiksaan terhadap masyarakat Bahrain pimpinan pimpinan Mahkamaah Internasional sudah mempersiapkan data kasus secara sempurna tindak pidana yang dilakukan Ali Khalifah sehingga dengan itu Hamid bin Isa Ali Khalifah Raja Bahrain sebagai orang pertama yang bertanggungjawab atas tindak arogansi yang terjadi. Dengan semua alasan itu dia diundang ke mahkamah Internasional.

Seperti berita yang di sebarkan oleh Organisasi Amal Islami Bahrain, Sayid Ja'far Alawi pimpinan utama organisasi ini menekankan bahwa pada kesempatan ini telah bertemu dan berdialog dengan Mi Khunsa pimpinan mahkamah Internasional yang dimaksud.

Selain itu Alawi juga menekankan, "Pada kesempatan ini Khunsa telah meminta seluruh data yang membuktikan tindak kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan Ali Khalifah."

Mahkamah Internasional juga telah menyepakati untuk mengumumkan secara resmi undangan yang akan diberikan pada Ali Khalifah.

Jam 01.08 Dini hari waktu Teheran. Persiapan Shiah Paksitan untuk melakukan aksi demonstrasi damai.

Anggota Majelis Persatuan Umat Islam Pakistan telah melakukan persiapan-persiapan dalam menggerakan umat Shiah dinegara ini untuk melakukan aksi demonstrasi secara menyeluruh sebagai bentuk pembelaan atas Qur'an Majid dan juga melindungi masyarakat teraniaya Bahrain.

Muhammad Mahdi telah mengabarkan bahwa telah dilakukan persiapan khusus untuk dilakukan aksi demonstrasi melindungi Qur'an Majid dan perlindungan rakyat Bahrain pada tanggal 17 Aprlil nanti.

Dia sebagai salah satu anggota majlis persatuan Umat Islam Pakistan dengan mengisyaratkan pada tempat pelaksaaan aksi demo ini yang berlokasi di kota Karachi menambahkan beberapa kelompok tergabung dalam gerakan ini diantaranya dari Persatuan masyarakat Jafariyah, Syura Ulama Shiah, Organisasi Mahasiswa Imamiyah Pakistan, Majlis Persatuan Muslimin, Ulama Imamiyah, dan beberapa organisasi yang lain. Semua kelompok ini sudah menyatakan kesiapan mereka untuk bergabung.

Muhammad Mahdi juga menyampaikan bahwa banyak juga kalangan wanita dan anak-anak yang diajak untuk melakukan aski damai sebagai bentuk anti pati pada prilaku raja Su'ud dan Uni Emirat Arab atas pengirimana pasukan ke Bahrain tersebut.

Dengan menyampaikan penghargaan khusus masyarakat Pakistan pada tempat suci umat Islam serta penolakan atas tindakan Ali Su'ud dalam kaitan masalah Palestina,  "Kami tidak akan pernah memberikan ijin terus dilakukannya pembunuhan pada masyarakat di Negara ini dan membanjiri Negara ini dengan lautan darah."

Jam 02.30 dini hari waktu Teheran. Teguran keras untuk Hakim Bahrain.

Salah satu anggota pendukung reformasi dan keadilan Bahkan memaparkan bahwa Mahkamah Internasional telah menyepakati untuk mengundang Raja Bahrain atas tindak kejahatan yang dia lakukan. Disebut-sebut bahwa hal ini untuk Ali Khalifah akan menjadi teguran keras.

Yasir Shayigh hari ini mejelaskan, "Ditunggu untuk membela Syaikh Hamid bin Isa sebagai bentuk tekanan ke Mahkamah Internasional.'

Dian menekankan bahwa Rezim Ali Khalifah sampai sekarang sudah melakukan banyak tindak kejahatan anti kemanusiaan secara berulang baik pembunuhan, penyiksaan, pencekalan terhadap anggota kelompok yang melakukan aksi damai yang lain.

Anggota organisasi perbaikan dan keadailan menyampaiikan rasa kekhawatiran mereka atas keberlanjutan tindak kejahatan Ali Khalifah, dalam kesempatan ini dia bercerita, "Masih lekat dalam pikiran bahwa pembantaian masyarakat semakin ditingkatkan pada hari kesyahidan sayidah Fathimah as.”

Dia menyampaikan harapannya pada seluruh umat manusia untuk menutup mata atas semua ini, dan untuk membelah tembok kebisuan mereka.

Jam 03.00 dini hari waktu Teheran. Kemaraham Alawi atas kerjasama masyarkaat Irak dengan masyarakat Bahrain.

Pimpinan partai Al-Iraqiah yang memiliki hubungan begitu dekat dengan Rezim Arab Saudi kawasan Teluk Persia. Terkait cara berpolitik pemerintahan Maliki dengan kejadian-kejadian Bahrain dan persatuan pemerintahan ini dengan masyarakat Bahrain yang tidak memiliki pembela.

Iyad Alawi pimpinan partai Al-Iraqiayh menyatakan kesedihannya terkait kebijakan pemerintahan terpilih Irak dalam hubungan dengan kejadian-kejadian di Bahrain serta teguran-teguran pedas Maliki atas penyerangan yang dilakukan Rezim Khalifah.

Iyad Alawi pada harian Al-Wathan berkata, "Negara Irak telah kehilangan kesempatan untuk menyelenggarakan pertemuan Negara-negara Arab dan saya sangat menyesalkan sikap pemerintah menanggapi kejadian Bahrain.”

Menurut Alawi Negara-negara Arab tetangga Negara Irak berusaha melindungi masyarakat negeri ini dan mereka menyatakan  kesiapan untuk bekerjasama dengan Baghdad dalam segala aspek kehidupan. Penekanan tim hubungan luar negeri Palemen Irak tentang nilai penting pertemuan antara Negara-negara Arab di Baghdad Irak.

Pada saat ini komisi hubungan luar negeri Parlemen Irak meminta dewan kementrian luar negeri untuk mempersiapkan pertemuan Negara-negara Arab di Baghdad sebagai salah satu bentuk pergerakan diplomatik.

Irsyad Zibari salah satu anggota komisi ini berkata, “Pemerintah dan dewan kementrian luar negeri harus menerapkan taktik yang benar-benar bisa berpengaruh dalam mencari solusi karena Negara-negara lain menuntut untuk dilakukan.”

Jam 03.15 dini Berlangsungnya konferensi di Saudi.

Konferensi Internasional untuk menganalisa kondisi menyedihkan masyarakat Bahrain yang dihadiri oleh para wakil dan ahli politik ternama dan analisa ini ditujukan untuk mencari jalan pemecahan bagi masyarakat Bahrain ini berlangsung di Arab Saudi. Konferensi ini berakhir pada hari sabtu.

Kemarin juga dua kelompok besar di Amerika dan Australia menyerukan perlindungan mereka pada masayarakat Bahrain.

Jam 08.46 pagi waktu Teheran. Masyarakat Bahrain mampu menarik Rezim Ali Khalifah dan Ali Su’ud.

Masyarkat Bahrain dari berbagai kota pada hari Jum’at telah mampu mematahkan kepungan yang mengepung mereka. Kekuatan Bahrain dan Saudi Arabia melakukan demonstrasi besar-besaran mereka meneriakkan yel-yel menentang Ali Khalifah.

Penduduk kawasan Al-Daraza didekat manamah kemarin dengan terus dilancarkannya serangan  dari pihak pemerintah dan juga pasukan Arab Saudi mereka bersama-sama turun kejalan.

Orang-orang Bahrain yang meneriakkan dengan lantang penentangan pada Rezim Ali Khalifah karena alasan itu mereka menjadi sasaran tembak pasukan Bahrain dan juga pasukan kiriman  Arab Saudi.

Selepas diadakan aksi demonstrasi banyak sekali tentara kemamanan pemerintah maupun dari Arab Saudi yang ditempatkan.

Pada sesi lain malam sebelumnya pasukan Arab Saudi menyemprotkan semburan api ke arah para demonstran.

Angkatan bersenjata Arab Saudi yang memasuki  Bahrain karena ingin membantu pihak pemerintah dalam meredakan kemarahan Masyarakat.

Jam 10.15 pagi menurut waktu Teheran. Penangkapan kembali seorang pemain bola nasional Bahrain.

Dzulfikar Abdu Rahman pemain sepak bola asak irak tim Al-Mahraq Bahrain telah ditangkap. Alasan penangkapan belum diumumkan hingga kemarin, tapi diperkirakan bahwa penangkapan ini disebabkan karena disa telah datang ke Bundaran Lu’luah dan juga ikut melakukan aksi demonstrasi damai masyarakat menentang pemerintahan Dhalim yang ada.

Berita penangkapan Naji Abdul Karim didapatkan dari sumber yang mengaku sebagai ayah Naji.

Jam 10.52 pagi waktu Teheran. Masyarakat berhamburan menghantar kepergian Alamah Alawi Al-Gharifi.

Jenazah ulama besar Bahrain ini meninggal pada hari Kamis pada umur 92 tahun di Wida’. Pada hari jumat ba’da dhu’hur jenazah telah dikebumikan di kawasan Ali didekat Manamah Ibu Kota Bahrain. Beliau dimakamkan didekat makam anaknya Saydi Ahmad Algharifi .

 

Alamah Alawi Al-Gharifi adalah ulama besar dan pengajar dari ulama-ulama yang sekarang berada menyebar di Bahrain. (*)