Menurut Kantor Berita ABNA, dengan terjadinya peristiwa bencana tsunami dan gempa bumi dahsyat yang melumpuhkan kawasan pesisir Jepang, Pemerintah Iran menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut. Ungkapan belasungkawa disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi kepada Menteri Luar Negeri Jepang, Takeaki Matsumoto. Tidak sekedar ucapan belasungkawa, Iran pun telah menyiapkan tim bantuan, yang siap berangkat ke Jepang untuk membawa pasokan darurat logistik dan obat-obatan.
Ali Akbar Salehi mewakili pemerintah dan rakyat Iran turut memberikan rasa optimis kepada warga Jepang yang dilanda bencana. Menurutnya ketelatenan dan mentalitas yang kuat dari bangsa Jepang akan mampu memulihkan situasi atas wilayah-wilayah yang diguncang gempa berkekuatan 8,9 pada Skala Richter, yang diikuti oleh serangan tsunami dengan ketinggian 4-10 meter.
Iran, menurut Salehi, siap mengulurkan bantuan apapun kepada Jepang. Sementara itu, ketua Komunitas Bulan Sabit Merah Iran, Abolhassan Faqih, menyatakan kesiapan untuk mengirim pasokan bantuan berupa obat, perlengkapan sanitasi, dan bahan makanan.
Menurut pihak berwenang Jepang, jumlah korban tewas maupun hilang dalam 24 jam terakhir akibat gempa dan tsunami mencapai sekitar 1.200 jiwa, dan disebutkan gempa tersebut adalah gempa terdahsyat dalam 100 tahun terakhir.