3 Januari 2011 - 20:30

Dengan perantaraan kerajaan Qatar, ratusan tahanan Syiah Yaman telah bebas dari penjara tepat di penghujung tahun.

Menurut Kantor Berita ABNA, media massa setempat memberitakan menjelang pergantian tahun (30/12) sejumlah ratusan tahanan Syiah al-Hawsi akan dibebaskan dari penjara Yaman dengan bantuan kerajaan Qatar. Presiden Yaman Ali Abdullah Soleh telah menyatakan persetujuannya untuk membebaskan mereka.

Menurut keterangan resmi dari pihak keamanan Yaman, bahwa untuk tahap awal mereka akan membebaskan Syiah Hawsi sebanyak empat ratus orang.

Media Yaman juga menurunkan berita tersebut dengan menyebutkan bahwa persetujuan telah dicapai setelah pemerintah Yaman didesak oleh pejabat-pejabat Qatar yang beberapa kali melakukan lawatan ke Yaman semenjak ditandatangani perjanjian gencatan senjata antara pihak kerajaan Yaman dengan Syiah Hawsi.

Sebelum ini peperangan ke-enam antara Syiah al-Hawsi dan pasukan kerajaan Yaman telah berakhir dengan perjanjian gencatan senjata di Qatar tahun lalu. Kedua belah pihak menandatangani kesepakatan di mana Yaman akan bertanggung jawab membebaskan tawanan perang. Namun pihak Yaman kelihatan sengaja mengulur-ngulur waktu dan terkesan menyepelekan perkara tersebut sehingga mendapat teguran daripada wakil Qatar.

Hingga hari ini genaplah 10 bulan gencatan senjata. Walaupun kerajaan Yaman sentiasa berdalih membela diri ketika menyerang dan membunuh penduduk sipil Syiah, namun Mujahidin al-Hawsi telah membantah dalih tersebut dengan menunjukkan fakta-fakta tekhnis di lapangan.

Menurut saksi-saksi dari Sa'dah, hingga kini seratus lima puluh tawanan perang Syiah Hawsi dari penjara Yaman telah pulang dengan disambut oleh sanak saudara mereka.

Menurut keterangan saksi mata, hampir seribu Syiah telah dipenjarakan dan beberapa orang diantaranya adalah komandan tentara al-Hawsi. Namun pihak Yaman memberitakan dengan alasan keamanan negeri mereka,  bahwa komandan-komandan laskar al Hawsi dikecualikan dari kebijakan tersebut, dengan tetap menahan mereka.