Menurut Kantor Berita ABNA, menukil berita dari Ghaem News , beberapa orang Ahlusunnah Teheran mengklaim bahwa mereka dilarang dan tidak diperbolehkan membangun masjid khusus bagi jama’ah mereka oleh pemerintah setempat. Pengklaiman ini segera mendapat respon oleh media-media Barat dengan menurunkan berita bahwa Teheran satu-satunya ibukota negara yang tidak terdapat masjid Ahlus Sunnahnya.
Berita yang tendensius dan berbau propaganda negatif bagi persatuan Sunni-Syiah ini, oleh pihak Wahabi diterima secara antusias dengan menyebarkan desas-desus fitnah, bahwa pemerintah Iran yang mayoritas Syiah melarang dan menghalang-halangi dakwah Ahlus Sunnah di negara tersebut, dan Ahlus Sunnah mengalami perlakuan tidak adil dari pemerintah Iran, sementara Yahudi dan Nashrani bahkan Majusi di negara tersebut mendapat perlindungan dan hak-haknya.
Ini ada kedustaan belaka, sebab pihak Ahlus Sunnah juga mendapat perwakilan di Parlemen. Di kawasan yang mayoritas Sunni, mereka mendirikan masjid dan mendapat izin untuk melakukan ritual-ritual keagamaan mereka secara terbuka dan bebas.
Di Teheran sendiri, terdapat 9 buah mesjid yang dikelola khusus oleh jama’ah Ahlus Sunnah. Meski demikian karena jumlah mereka yang minoritas dan tersebar sehingga masjid-masjid tersebut kadang sepi dari jam’ah bahkan tidak melangsungkan shalat berjam’ah sama sekali. Namun, masjid-masjid tersebut menjadi sangat ramai di bulan Ramadhan, dan pengikut Ahlus Sunnah menjadikannya sebagai tempat shalat tarawih berjama’ah.
Berikut daftar nama-nama mesjid yang didirikan jama’ah Ahlus Sunnah di Teheran,
1. Masjid Sodiqiyah, Falake 2 Sodiqiyah.2. Masjid Tehran Fars, jalan Delavaran3. Masjid Syahr Quds, KM 20 jalan Qadim4. Masjid Khalij Fars, Bozorkroh Fath5. Masjid an-Nabi, Syahrak Donesh6. Masjid Haftjub, jalan Mullarad7. Masjid Vahidiyeh, Syahriyar8. Masjid Nasim Syahr, Akbarabad9. Masjid Reza Abad, Simpang 3 jalan Syahriyar