Karekteristik Jam
Jam ini dibangun dengan ketinggian 600 m dari permukaan laut yang dapat dilihat dari berbagai sudut kota Mekah sampai jarak pandang 8 km. Jam dengan berat beban sampai 36.000 ribu ton ini disanggah di atas bangunan menara dengan berat sekitar 12.000 ton.
Luas jam ini dari depan ke belakang, 43 x 43 m dan dari bagian depan 43 x 39 m. Panjang jarum menitnya 22 m dan jarum jamnya 17 m dan berat masing-masing adalah 6 ton.
Jam ini juga dilengkapi dengan lafadz “Allahu Akbar” yang juga akan menjadi tulisan “Allahu Akbar” terbesar di dunia yang dapat dilihat bagian teratas bangunan jam ini. Panjang huruf Alif pada lafadz “Allah” 6 m dan begitu juga pada kalimat syahadatain “Laa ilahaillallah, Muhammad Rasulullah” juga dapat dilihat di kedua sisi jam ini.
Jam ini akan tercatat sebagai jam terbesar di dunia, yang akan dibangun oleh para ahli dan tekhnisi dari Jerman dan Swiss, dan dalam proses pembuatannya akan dibuatkan film khusus mengenai jam ini. Jam ini juga dilengkapi sebuah lampu menara, yang akan menyala pada waktu-waktu tertentu terutama pada saat azan berkumandang.
Jam yang enam kali lebih besar dari jam “Big Ben” di London -yang sebelumnya tercatat sebagai jam terbesar di dunia- ini akan dibuatkan sistem khusus penjagaan untuk mencegahnya dari kemungkinan rusak akibat bencana alam –angin topan dan gempa-.
Besar Biaya dan Tujuan Pembuatan
Biaya yang akan dikeluarkan dalam proyek pembuatan jam ini, sebanyak 3 miliyar dollar AS. Pemerintah Saudi mengatakan tujuan dari mega proyek dengan total biaya yang sangat bombastis ini, agar satu setengah miliyar kaum muslimin seluruh dunia dapat merujuk pada jam ini sehingga tidak lagi menyesuaikan dengan waktu Greenwich (GMT) namun menyesuaikannya dengan Islamic Mean Time (ITM). Namun sebenarnya dikalangan kaum muslimin ini bukanlah sesuatu persoalan yang serius.
Menuai Protes
Jam yang disanggah oleh menara tinggi ini terletak diantara 6 gedung pencakar langit lainnya yang dibangun di kawasan Masjidil Haram. Karenanya keberadaan gedung-gedung pencakar langit ini di kawasan Haram, sempat menuai protes dari kaum muslimin di awal-awal pembangunannya 5 tahun lalu. Mereka berkeyakinan pembangunan gedung-gedung pencakar langit di dalam kawasan haram merupakan pelanggaran syariat. Sementara para peziarah juga beranggapan sama, bahkan mengatakan keberadaan jam raksasa itu dapat merusak konsentrasi peribadatan haji dan umrah.