29 Juli 2026 - 22:31
Reaksi al-Wefaq atas Telepon Raja Bahrain dengan Presiden Rezim Zionis; Bersekutu dengan Tel Aviv Tidak Akan Membawa Keamanan

Jam’iyah al-Wefaq, dengan mengecam percakapan telepon Raja Bahrain dengan Presiden rezim Zionis, menggambarkan langkah tersebut sebagai penyimpangan dari konsensus nasional dan rakyat. Al-Wefaq menilai tindakan itu sebagai tanda ketergantungan pemerintah Bahrain pada agenda Amerika dan rezim Zionis, serta sebagai langkah yang bertentangan dengan kepentingan dan keamanan Bahrain, dunia Arab, dan dunia Islam.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Jam’iyah Islam al-Wefaq Bahrain mengumumkan bahwa percakapan telepon Raja Bahrain dengan Presiden rezim Zionis dilakukan pada saat kawasan lebih dari sebelumnya membutuhkan penghentian hubungan dengan rezim tersebut. Al-Wefaq menggambarkan tindakan ini sebagai penyimpangan dari konsensus nasional dan rakyat.

Dalam sebuah pernyataan, jam’iyah ini menegaskan bahwa pemerintah Bahrain masih bergantung pada sebuah rezim yang tidak memiliki legitimasi dan penghormatan internasional. Menurut al-Wefaq, anggapan bahwa rezim ini dapat menyediakan payung politik atau keamanan bagi Bahrain lahir dari penilaian yang keliru terhadap realitas kawasan dan internasional.

Al-Wefaq, dengan merujuk pada lima tahun sejak penandatanganan Perjanjian Abraham, menegaskan bahwa perjanjian-perjanjian tersebut hanya digunakan sebagai kedok diplomatik untuk melanjutkan kejahatan perang dan genosida terhadap bangsa Palestina. Perjanjian itu tidak memiliki peran dalam mengakhiri penderitaan rakyat Palestina, sementara agresi di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan penjara-penjara rezim Zionis terus meningkat.

Dalam lanjutan pernyataan ini disebutkan bahwa perang-perang beruntun rezim Zionis di kawasan menunjukkan bahwa rezim tersebut merupakan ancaman strategis bagi keamanan nasional negara-negara kawasan. Bersekutu dengannya jelas bertentangan dengan sikap rakyat Bahrain serta konsensus negara-negara Arab dan Islam.

Al-Wefaq memperingatkan bahwa berlanjutnya pendekatan ini hanya akan meningkatkan ancaman dan menggerus kemampuan negara.

Pada bagian akhir, Jam’iyah al-Wefaq meminta pemerintah Bahrain untuk bergabung dengan upaya-upaya kawasan guna menghentikan ketegangan, menjauh dari agenda Amerika dan rezim Zionis, serta menjadikan kedaulatan nasional sebagai dasar dalam pengambilan keputusan negara.

Jam’iyah ini juga menegaskan bahwa komunikasi dengan Presiden rezim Zionis tidak memiliki legitimasi nasional dan mencerminkan semakin jauhnya pemerintah dari kehendak serta sikap rakyat Bahrain.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha