19 Juli 2026 - 15:34
Pemimpin Tertinggi Iran: Perpisahan untuk Pemimpin Syahid Menjadi Epos Bersejarah dan Kebangkitan yang Belum Pernah Terjadi

Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei menyampaikan pesan mengenai besarnya gelombang perpisahan rakyat kepada pemimpin Iran yang gugur syahid, sekaligus menjelaskan sejumlah persoalan penting negara.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait —ABNA— Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, dalam pesannya menyampaikan terima kasih kepada rakyat, para marja taklid, dan kalangan elite.

Ia menyebut kehadiran luar biasa rakyat dalam prosesi perpisahan bagi pemimpin Iran yang gugur syahid sebagai sebuah peristiwa bersejarah dan kebangkitan rakyat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, peristiwa tersebut menciptakan standar baru dalam menunjukkan kebangkitan serta kuatnya kehendak identitas Islam-Iran.

Menyinggung berulangnya pelanggaran Amerika Serikat terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani presiden Iran dan Amerika, ia mengatakan peristiwa itu kembali membuktikan bahwa tanda tangan Presiden AS tidak memiliki nilai dan tidak dapat dipercaya.

“Ketika musuh Amerika kini kembali berusaha mengobarkan perang dan menanggung biaya yang lebih besar serta kehinaan yang lebih berat, mereka harus mengetahui bahwa rakyat Iran dan Poros Perlawanan memiliki pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan,” katanya.

Ia menambahkan, keberanian para pejuang Islam dan semangat warga di wilayah selatan Iran dalam beberapa hari terakhir merupakan contoh dari pelajaran tersebut.

Pemimpin Iran juga kembali menekankan pentingnya menjaga persatuan sosial dan menghindari perpecahan.

Menurutnya, sebagian orang mungkin menyampaikan kritik terhadap kinerja sejumlah pejabat dengan penuh ketulusan dan niat baik. Namun, mereka harus berhati-hati agar kritik tersebut tidak menzalimi pihak yang tidak bersalah dan tidak merusak persatuan serta kesatuan sosial.

“Apabila prinsip-prinsip tersebut dijaga, kritik justru dapat mendorong kemajuan dan perbaikan,” katanya.

Berikut isi lengkap pesan Pemimpin Revolusi Islam Iran:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Kepada bangsa Iran yang agung dan selalu menciptakan peristiwa menakjubkan,

Salam, penghormatan, dan terima kasih saya sampaikan kepada kalian.

Melalui epos yang luar biasa dan bersejarah dalam kebangkitan besar saat melepas kepergian pemimpin Iran yang gugur syahid, kalian telah menciptakan standar baru dalam menunjukkan kebangkitan dan keteguhan identitas Islam-Iran.

Kalian memperlihatkan penghargaan, kesetiaan, kesadaran, dan kecintaan yang luar biasa kepada pemimpin umat Islam dan pemimpin Revolusi yang gugur syahid.

Kehangatan hati, air mata, dan tekad kuat puluhan juta rakyat yang memenuhi jalan sepanjang puluhan kilometer di Teheran, Qom, Masyhad, serta berbagai kota dan desa lainnya telah membuat para sahabat bangsa Iran dan masyarakat merdeka dunia memberikan penghormatan.

Pada saat yang sama, pemandangan tersebut membuat musuh-musuh arogan bangsa Iran diliputi keterkejutan, kebingungan, kemarahan, dan ketakutan.

Bersamaan dengan epos tersebut, pelanggaran berulang yang dilakukan Setan Besar terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani presiden Iran dan Amerika kembali membuktikan kepada semua pihak betapa tidak bernilai dan tidak dapat dipercayanya tanda tangan Presiden Amerika Serikat.

Pemaksaan kehendak, keinginan menguasai segalanya, dan kebrutalan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari karakter serta kebijakan Amerika.

Hari ini, Setan Besar sekali lagi memperlihatkan wajah aslinya tanpa topeng. Pengalaman pahit berupa kejahatan dan pengingkaran janji ini kembali menjadi bukti kuat mengenai kebohongan, sikap tidak rasional, tidak dapat dipercaya, dan buruknya Amerika Serikat.

Ketika musuh Amerika kini berusaha mengobarkan perang dan bersiap menanggung biaya yang lebih berat serta kehinaan yang lebih besar, mereka harus mengetahui bahwa rakyat Iran dan Poros Perlawanan memiliki pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan.

Keberanian para pejuang Islam dan semangat warga yang gagah berani di wilayah selatan dalam beberapa hari terakhir telah menunjukkan sebagian dari pelajaran tersebut.

Perlu saya sampaikan kepada rakyat Iran yang setia dan bermartabat bahwa salah satu prinsip paling mendasar pada masa ini adalah menjaga kesatuan suara dan persatuan suci di seluruh lapisan masyarakat dan pemerintahan.

Persatuan tersebut harus dipertahankan dalam seluruh bidang demi mewujudkan cita-cita besar Revolusi Islam serta menjamin kehormatan dan kemerdekaan Iran, khususnya dalam menghadapi musuh Amerika yang penuh tipu daya dan kejahatan.

Sebagaimana telah berulang kali ditegaskan, menjaga persatuan dan menghindari perpecahan, pertikaian politik, serta penonjolan perbedaan sosial merupakan kewajiban semua pihak.

Tentu saja, para pejabat serta tokoh-tokoh yang peduli dan mencintai Revolusi, Imam Khomeini, dan pemimpin yang gugur syahid memiliki peran yang lebih penting dan sensitif dalam menjaga persatuan negara.

Atas dasar itu, bangsa Iran akan terus mempercayai para pejabat yang tulus di tiga cabang kekuasaan, yang upayanya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat telah terlihat.

Pada saat yang sama, rakyat akan tetap waspada dan aktif di lapangan untuk menjamin perlindungan terhadap kepentingan Iran Islam.

Sebagian orang mungkin menyampaikan kritik terhadap kinerja sejumlah pejabat dengan penuh ketulusan dan niat baik.

Menurut saya, kepedulian dan kekhawatiran mereka terhadap sistem merupakan aset yang sangat berharga dan pada dasarnya merupakan sesuatu yang baik.

Namun, mereka yang sebagian di antaranya termasuk tokoh-tokoh terdepan dalam kesadaran politik harus berhati-hati.

Pertama, jangan sampai pendekatan tersebut menimbulkan kezaliman terhadap pihak yang tidak bersalah, karena hal itu dapat mengakibatkan hilangnya keberkahan dan pertolongan Allah.

Kedua, jangan sampai kritik tersebut merusak persatuan dan kesatuan sosial.

Apabila kedua prinsip ini dijaga, kritik akan menjadi sarana untuk menggerakkan dan mengembangkan berbagai urusan.

Musuh tidak boleh menerima tanda kelemahan apa pun dari kita, termasuk kelemahan dalam hal persatuan.

Apabila kita sepenuhnya menjaga prinsip-prinsip tersebut, musuh pada akhirnya akan terpaksa mundur dan mengalami kekalahan.

Sekali lagi, saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh rakyat Iran yang turut berduka atas kehilangan ayah syahid umat.

Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, keterbatasan, dan keadaan yang tidak menyenangkan, rakyat telah menciptakan sebuah epos bersejarah dalam prosesi perpisahan kepada pemimpin Iran yang gugur syahid.

Saya juga menyampaikan terima kasih kepada para marja taklid yang mulia, ulama, cendekiawan, elite, aktivis kebudayaan, sosial, dan politik, serta lembaga-lembaga sipil dan militer atas seluruh upaya yang telah dilakukan.

Terima kasih juga saya sampaikan kepada para pejabat dan perwakilan Poros Perlawanan yang bermartabat serta gerakan-gerakan Islam yang membanggakan atas kehadiran mereka.

Semoga seluruh pihak yang dengan cara apa pun hadir, mendampingi, dan menunjukkan solidaritas dalam peristiwa bersejarah ini mendapat perhatian dan doa khusus dari Imam Mahdi, semoga Allah mempercepat kemunculannya.

Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei
17 Juli 2026

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha