Kantor Berita Internasional Ahlulbait —ABNA— Salah satu pengurus Jaringan Tunisia untuk Menentang Normalisasi, Khaled Boujemaa, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai proyek dominasi tidak semata-mata bersifat emosional, tetapi juga merupakan tindakan politik yang dapat memengaruhi dinamika kawasan.
Dalam wawancara dengan media Al-Ahed, Boujemaa menyebut kehadiran warga Tunisia dalam aksi tersebut sebagai bentuk kesadaran nasional dan solidaritas Arab, sekaligus penolakan terhadap kebijakan hegemonik.
Menurutnya, solidaritas dengan bangsa-bangsa di kawasan menjadi salah satu cara untuk menghadapi berbagai tekanan sekaligus mendukung gerakan-gerakan perlawanan.
Boujemaa menambahkan, aksi tersebut juga membawa pesan politik bagi masyarakat internasional dan para aktor regional. Ia menilai mobilisasi semacam ini menunjukkan bahwa opini publik Arab masih memberikan dukungan terhadap perjuangan Palestina dan kelompok-kelompok perlawanan.
Ia mengatakan keberlanjutan gerakan masyarakat seperti ini dapat memperkuat kerja sama di antara kelompok-kelompok yang menentang pendudukan serta meningkatkan tekanan terhadap pihak-pihak yang mendukung Israel.
Boujemaa juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas di antara masyarakat kawasan di tengah perkembangan politik dan keamanan saat ini.
Komentar Anda