10 Juli 2026 - 10:00
Mayor Jenderal Abdollahi: Kami Akan Mengqisas Para Pembunuh Pemimpin Syahid

Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya saw. dalam sebuah pesan menulis: Duka dan kemarahan suci ini akan terus berlanjut di jalan penuntutan darah para pembunuh Pemimpin Syahid, pemimpin kaum Muslimin dan orang-orang merdeka di dunia, serta para syahid tertindas dalam perang-perang yang dipaksakan kedua dan ketiga. Duka dan kemarahan ini akan membawa mereka kepada balasan atas perbuatan mereka.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Mayor Jenderal Pilot Ali Abdollahi, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya saw., dalam sebuah pesan menulis: Dengan menyampaikan belasungkawa dan duka cita atas kesyahidan pemimpin kaum Muslimin dan orang-orang merdeka di dunia, Yang Mulia Ayatullah al-Uzma Imam Khamenei — semoga Allah menyucikan jiwanya yang suci — kepada hadirat Yang Mulia Baqiyyatullah al-A’zham — jiwa kami semua menjadi tebusannya — Pemimpin Bijaksana Revolusi, Yang Mulia Ayatullah al-Uzma Imam Sayyid Mojtaba Husaini Khamenei — semoga naungannya tetap lestari — serta kepada umat Islam; dalam beberapa hari terakhir, dunia telah menyaksikan terciptanya sebuah epik yang langka dan abadi dalam sejarah.

Dalam lanjutan pesan itu disebutkan: Upacara pemakaman dan pengantaran Imam Syahid Umat akan tercatat dalam memori umat manusia sebagai simbol dan manifestasi dari keagungan, ketajaman pandangan, iman, jihad, dan perlawanan.

Dalam pesan Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya disebutkan: Saya, seraya menyampaikan penghormatan kepada kedudukan luhur Pemimpin Syahid yang agung tersebut, memandang sebagai kewajiban atas diri saya untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan mendalam kepada bangsa Iran yang tiada tanding, bermartabat, dan besar, serta kepada rakyat pejuang, para pejabat, dan angkatan bersenjata negara saudara dan sahabat, Irak, para pejuang Islam, serta seluruh kaum Muslimin dan orang-orang merdeka di dunia, yang dengan kehadiran mereka yang luar biasa dan penuh makna dalam upacara-upacara perpisahan dan pengantaran Sayyid para Syuhada Revolusi Islam dan Front Perlawanan, telah menciptakan sebuah epik besar.

Mayor Jenderal Abdollahi dalam pesannya menyatakan: Kehadiran yang belum pernah terjadi sebelumnya dari umat Islam ini, lebih dari sekadar upacara perpisahan, merupakan seruan lantang untuk menuntut kebenaran dan garis pembatal terhadap rencana-rencana kaum arogan dunia, yang dengan jelas memisahkan kebenaran dari kebatilan. Kebangkitan kemanusiaan ini adalah tempat termanifestasikannya ikatan mendalam antara kehendak bangsa-bangsa yang sadar dengan jalan luhur kesyahidan.

Dalam lanjutan pesan tersebut disebutkan: Dunia dan para pemimpin kekufuran serta arogansi global, khususnya Amerika yang kriminal dan rezim Zionis yang keji, jangan sampai menganggap kesedihan yang mengalir di mata rakyat dan gemuruh yang bangkit dari duka ini sebagai kelemahan.

Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya dalam pesannya menegaskan: Duka dan kemarahan suci ini akan terus berlanjut di jalan penuntutan darah para pembunuh Pemimpin Syahid, pemimpin kaum Muslimin dan orang-orang merdeka di dunia, serta para syahid tertindas dalam perang-perang yang dipaksakan kedua dan ketiga. Duka dan kemarahan ini akan membawa mereka kepada balasan atas perbuatan mereka.

Mayor Jenderal Abdollahi dalam pesannya menyatakan: Putra-putra bangsa yang gagah dan pemberani di angkatan bersenjata, dengan tawakal dan pertolongan Allah Swt. serta dengan dukungan bangsa-bangsa Muslim dan pencinta kebebasan, melalui tindakan revolusioner, akan merampas tidur dari mata musuh dan cepat atau lambat akan mengqisas para pelaku kejahatan-kejahatan teroris ini.

...........

Your Comment

You are replying to: .
captcha