29 Juni 2026 - 09:33
Source: ABNA
Suriah Mengecam Agresi Rezim Zionis

Kementerian Luar Negeri Suriah, dengan mengecam serangan terbaru rezim Zionis ke selatan negara itu, meminta PBB untuk mengambil tindakan guna menghentikan pelanggaran perjanjian pemisahan pasukan dan mengakhiri agresi Israel.

Menurut laporan kantor berita ABNA, Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan mengecam keras serangan terbaru rezim Zionis di provinsi Quneitra dan Daraa, dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah negara tersebut.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa serangan artileri dan invasi tentara Israel ke tanah Suriah, selain menimbulkan ketakutan dan kengerian di kalangan warga sipil, bertentangan dengan hukum internasional, Piagam PBB, dan Perjanjian Pemisahan Pasukan tahun 1974.

Kementerian Luar Negeri Suriah menekankan: Kelanjutan agresi ini mengancam keamanan dan stabilitas kawasan serta menambah penderitaan penduduk di wilayah perbatasan.

Damaskus juga meminta PBB dan komunitas internasional untuk bertindak sesuai tanggung jawab mereka, menghentikan agresi berulang dari rezim Zionis, dan memastikan implementasi penuh Perjanjian Pemisahan Pasukan.

Berdasarkan laporan, tentara rezim Zionis pada hari Minggu memasuki desa Abidin di pinggiran barat Daraa dan menargetkan area tersebut dengan tembakan helikopter dan artileri, yang mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah dan memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah mereka.

Your Comment

You are replying to: .
captcha