Menurut laporan kantor berita ABNA, Nawaf al-Musawi, mantan anggota Parlemen Lebanon dan anggota senior Hizbullah, menyatakan dengan tegas bahwa Joseph Aoun, Presiden Lebanon, adalah orang yang menginginkan perang saudara di Lebanon, dan ia menekan Panglima Angkatan Darat Rudolf Heikal untuk mengundurkan diri, tetapi panglima angkatan darat menolaknya.
Al-Musawi meyakinkan rakyat Lebanon bahwa kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani di Washington antara perwakilan pemerintah Lebanon dan rezim Zionis tidak berharga dan tidak perlu dikhawatirkan.
Di sisi lain, saluran 12 televisi rezim Zionis, mengutip sumber-sumber yang mengetahui, melaporkan bahwa pemerintah Lebanon secara resmi meminta Washington agar tidak mempublikasikan "lampiran keamanan" dari kesepakatan kerangka kerja dengan rezim tersebut. Para analis berpendapat bahwa permintaan kerahasiaan ini adalah bukti sifat memalukan dari lampiran-lampiran ini, yang kemungkinan besar mengandung klausul-klausul yang bertentangan dengan kedaulatan nasional Lebanon dan penerimaan persyaratan keamanan yang dipaksakan oleh para penjajah.
Bersamaan dengan pengumuman penandatanganan kesepakatan ini, ibu kota Lebanon, Beirut, menyaksikan demonstrasi menentang kesepakatan ini, yang oleh para pengunjuk rasa dianggap memalukan dan sebagai pengkhianatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon.
Your Comment