28 Juni 2026 - 23:37
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran: Penegakan Hak-Hak Bangsa Iran yang Dirampas Harus Terus Diperjuangkan

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, dalam sebuah pesan yang menegaskan pentingnya menuntut pertanggungjawaban atas darah para syuhada Perang Agresi Kedua dan Ketiga, menyatakan: "Kejahatan perang yang belum pernah terjadi sebelumnya di Minab dan Lamerd, serangan terhadap pusat-pusat kesehatan dan pelayanan publik, pembantaian bayi-bayi yang baru berusia beberapa hari, pembunuhan para lansia, serta syahidnya Pemimpin Revolusi, masing-masing merupakan perkara yang mencakup ratusan bahkan ribuan berkas hukum yang harus ditindaklanjuti secara serius di pengadilan nasional maupun internasional."

Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA - Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pesannya kembali menekankan pentingnya menuntut pertanggungjawaban atas darah para syuhada Perang Agresi Kedua dan Ketiga.

Berikut isi lengkap pesan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei dalam rangka Pekan Kekuasaan Kehakiman dan peringatan syahidnya Ayatullah Beheshti beserta para sahabatnya.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Saya menyampaikan belasungkawa kepada seluruh rakyat Iran dan umat Islam atas hari-hari duka keluarga Rasulullah SAW, kesyahidan Imam Husain (AS), Sang Tsarullah, beserta para sahabatnya yang setia.

Gerakan dan kebangkitan Imam Husain (AS) demi menegakkan kebenaran, memperbaiki umat, dan melawan kezaliman merupakan puncak sejarah pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, antara keadilan dan kezaliman. Peristiwa itu menyimpan pelajaran yang sangat berharga dan tidak akan pernah terlupakan bagi seluruh manusia merdeka di dunia.

Darah Sayyidusy Syuhada disebut sebagai "Darah Allah", darah yang mengalir di urat kehidupan dunia dan melahirkan berbagai epik perjuangan yang menghidupkan.

Revolusi Islam Iran, karena merupakan cabang yang bersumber dari mata air cahaya tersebut, harus senantiasa berupaya mewujudkan cita-cita perjuangan Imam Husain.

Tanggal 7 Tir setiap tahun mengingatkan kita kepada salah satu tokoh besar Revolusi, yaitu sosok yang ketika memimpin lembaga peradilan berjuang tanpa henti demi tujuan tersebut hingga akhirnya bersama para sahabat setianya meraih kemuliaan syahid. Kesyahidan beliau bersama tujuh puluh dua syuhada lainnya menjadi bukti bahwa sistem ini dan para pendirinya berkarakter Husaini.

Lembaga Peradilan Harus Menjadi Tempat Berlindung Setiap Orang yang Terzalimi

Kedudukan lembaga kehakiman dalam Republik Islam Iran adalah menjaga hak-hak rakyat, menghidupkan hak-hak publik, melindungi kebebasan yang sah, memberantas korupsi, menegakkan keadilan, melaksanakan hukum-hukum Ilahi, serta mengawasi pelaksanaan hukum.

Keberhasilan dalam menjalankan tugas tersebut, selain memperoleh keridaan Allah SWT, juga akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap salah satu pilar utama negara.

Harapan yang wajar kepada seluruh lembaga negara adalah agar senantiasa menyesuaikan dan memperbaiki kinerjanya sesuai standar Republik Islam Iran dan martabat luhur bangsa.

Dalam hal ini, lembaga kehakiman memiliki posisi yang sangat istimewa bahkan tidak tergantikan untuk memperbaiki jalannya pemerintahan dan menggerakkan berbagai sektor negara. Hal itu tentu menuntut keberlanjutan reformasi dan pembaruan di dalam tubuh lembaga kehakiman itu sendiri.

Kini masyarakat berharap dapat menyaksikan penegasan nyata atas komitmen tersebut dalam praktik kerja lembaga peradilan, sehingga transformasi peradilan tidak hanya tertulis dalam dokumen-dokumen reformasi, tetapi benar-benar tampak dalam praktik sehari-hari, mulai dari ruang sidang hingga kehidupan sosial masyarakat.

Rakyat harus dapat merasakan manfaat nyata berupa:

  • ketegasan dalam memberantas berbagai bentuk korupsi;

  • berkurangnya pelanggaran hak masyarakat;

  • percepatan proses penyelesaian perkara;

  • meningkatnya integritas dan kualitas putusan hakim;

  • kemudahan akses terhadap keadilan.

Dalam gambaran ideal lembaga kehakiman tersebut, penegakan keadilan harus mencapai tingkat di mana setiap orang yang dizalimi merasa lembaga ini adalah tempat perlindungannya.

Terutama mereka yang memiliki kekuasaan tidak boleh berani melanggar hak orang lain. Segala bentuk intervensi, rekomendasi, ataupun perlakuan istimewa karena hubungan pribadi harus ditutup sepenuhnya.

Penegakan Hak-Hak Bangsa Iran yang Dirampas Akibat Kejahatan Para Pelaku Agresi Global Merupakan Salah Satu Prioritas Utama

Penegakan hak rakyat tidak hanya terbatas pada perkara-perkara individual. Hak-hak publik dan sosial masyarakat, seperti keamanan ekonomi, kesempatan yang adil, pemanfaatan sumber daya alam secara adil, lingkungan hidup yang sehat, kebebasan yang sah, dan tata kelola pemerintahan yang efektif juga merupakan bagian penting dari perluasan keadilan.

Salah satu persoalan hukum dan peradilan yang paling penting bagi seluruh rakyat Iran saat ini adalah memperjuangkan hak-hak mereka yang telah dirampas akibat kejahatan para pelaku kriminal internasional, kaum arogan dunia, dan para agresor global, khususnya selama tahun 1404 dan 1405 Hijriah Syamsiah.

Para Penjahat Harus Ditangkap dan Diadili

Mulai dari darah para syuhada Perang Agresi Kedua dan Ketiga, kerugian fisik, psikologis, material, dan spiritual yang diderita negara maupun seluruh rakyat Iran, pembantaian anak-anak, kejahatan perang yang belum pernah terjadi sebelumnya di Minab dan Lamerd, serangan terhadap rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik, pembunuhan bayi yang baru berusia beberapa hari, hingga para lansia, dan di atas semuanya adalah kesyahidan tokoh yang tiada duanya, permata yang tak tergantikan, pemimpin besar para pejuang, semoga Allah meninggikan derajatnya.

Masing-masing merupakan perkara hukum yang mencakup ratusan bahkan ribuan berkas yang harus ditindaklanjuti secara serius di pengadilan nasional maupun internasional. Yang pasti, para pelaku kejahatan harus ditangkap dan menerima hukuman yang setimpal atas kejahatan yang mereka lakukan.

Dasar Penegakan Hak Bangsa Iran Telah Tersedia

Hal penting pertama adalah adanya pengakuan, bahkan kebanggaan secara terang-terangan dari sebagian pemimpin Amerika dan Zionis terhadap berbagai kejahatan tersebut.

Pengakuan itu sendiri merupakan alat bukti hukum yang memperkuat dasar untuk memperjuangkan hak-hak bangsa Iran yang telah dirampas.

Instruksi Terakhir Pemimpin Revolusi yang Gugur Harus Dilaksanakan

Kedua, perhatian serius terhadap instruksi terakhir Pemimpin Revolusi yang gugur dalam pertemuan terakhir beliau dengan para pejabat lembaga kehakiman pada bulan Tir tahun lalu mengenai penanganan kejahatan dalam Perang Agresi Kedua harus diperluas hingga mencakup Perang Agresi Ketiga.

Proses hukum tersebut harus terus dilanjutkan hingga menghasilkan putusan pengadilan dan pelaksanaannya diserahkan kepada pihak-pihak yang berwenang.

Langkah tersebut pada gilirannya akan mencegah terulangnya kejahatan-kejahatan serupa di masa mendatang.

Penegasan Saya agar Seluruh Rekomendasi Pemimpin Revolusi yang Gugur kepada Lembaga Kehakiman Benar-Benar Dilaksanakan

Untuk mewujudkan transformasi menyeluruh di bidang peradilan dan mempercepat pencapaian tujuan tersebut, diperlukan berbagai persiapan dan prasyarat. Sebagian besar di antaranya telah berulang kali disampaikan dalam pertemuan tahunan para pejabat kehakiman melalui berbagai rekomendasi dan penegasan Pemimpin Revolusi yang syahid.

Perhatian serius terhadap seluruh arahan tersebut dan upaya untuk mewujudkannya merupakan kunci keberhasilan para pejabat lembaga kehakiman dan menjadi penegasan sekaligus tuntutan saya. Jalan menuju keadilan serta pemberantasan kezaliman dan korupsi adalah jalan yang berat.

Namun jalan itu akan menjadi lebih mudah dengan keikhlasan, tawakal kepada Allah, ketakwaan yang tinggi, tekad yang kuat, kerja keras, keberanian, ketegasan, inovasi, serta pemanfaatan teknologi modern dan digitalisasi pelayanan.

Semoga seluruh cita-cita tersebut, dengan izin Allah SWT dan berkat perhatian Imam Mahdi al-Muntazhar afs, dapat terwujud. Insya Allah.

Your Comment

You are replying to: .
captcha