15 Juni 2026 - 11:57
Source: ABNA
Reaksi Media Zionis terhadap Kesepakatan Iran dan AS

Media Zionis menunjukkan reaksi yang beragam dan kontradiktif terhadap kesepakatan yang ditandatangani antara Iran dan AS.

Menurut laporan koresponden Abna mengutip Al-Quds, penandatanganan kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS disambut dengan reaksi yang berbeda-beda dari media rezim Zionis.

Surat kabar Zionis Yedioth Ahronoth menulis terkait hal ini bahwa Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, memperkirakan bahwa serangan ke Beirut akan menyebabkan runtuhnya negosiasi, tetapi yang terjadi justru sebaliknya dan kesepakatan ditandatangani.

Roni Rimon, penasihat strategis kabinet rezim Zionis, juga dengan mengkritik secara implisit kesepakatan Iran dan AS mengatakan bahwa Israel seharusnya tidak menjadi korban dari kesepakatan damai ini.

Saluran 14 televisi rezim Zionis menyebut kesepakatan ini sebagai „pencapaian yang sangat penting“ bagi pihak Iran dan menekankan bahwa gencatan senjata dalam kesepakatan ini akan segera terjadi, oleh karena itu Israel harus segera menghentikan serangan ke Lebanon sesuai dengan kesepakatan ini.

Surat kabar Zionis Maariv mengklaim bahwa Netanyahu mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa tentara rezim Zionis tidak akan menarik diri dari Lebanon dan Israel tidak merasa terikat untuk melaksanakan klausul terkait Lebanon dalam kesepakatan antara Iran dan AS.

Surat kabar Zionis Yedioth Ahronoth juga menulis bahwa Netanyahu telah memberi tahu Trump bahwa tentara Israel akan tetap berada di posisi mereka saat ini di dalam Lebanon.

Maariv dalam artikel lain mengutip Netan Eshchel, salah satu orang dekat Netanyahu, menulis bahwa kesepahaman yang ditandatangani oleh Iran dan AS sama sekali tidak berharga dan tidak ada seorang pun kecuali Donald Trump yang menghargainya.

Your Comment

You are replying to: .
captcha