5 Mei 2026 - 22:10
Israel Menargetkan Tentara Lebanon dan Tim Penyelamat / Pejuang Hizbullah Membalas dengan 11 Operasi

Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, serangan Israel ke Lebanon Selatan terus berlanjut, dan Hizbullah membalas serangan-serangan tersebut dengan melaksanakan 11 operasi militer.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait  — ABNA — pada Senin kemarin, akibat serangan Israel di Lebanon Selatan, dua personel militer Lebanon terluka. Pada saat yang sama, akibat operasi-operasi Hizbullah, tiga tentara Israel juga terluka. Hizbullah mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan 11 serangan terhadap target-target Israel. Hal ini terjadi ketika jumlah korban syahid akibat serangan Israel di Lebanon terus bertambah, dan muncul laporan mengenai upaya Amerika untuk memulai putaran baru perundingan antara Lebanon dan Israel.

Berdasarkan laporan jaringan Al Jazeera, militer Lebanon dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa seorang perwira dan seorang prajurit mengalami luka ringan akibat serangan Israel ke kota kecil Kafra, wilayah Bint Jbeil, Lebanon Selatan, saat mereka sedang berpindah menggunakan kendaraan militer di antara posisi-posisi tentara Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon sebelumnya pada hari yang sama mengumumkan bahwa dalam 24 jam terakhir, 17 orang gugur syahid. Dengan angka ini, jumlah total korban syahid akibat serangan Israel sejak 2 Maret hingga kini mencapai 2.696 orang, sementara 8.264 orang terluka. Di antara korban terdapat 186 anak-anak, 260 perempuan, dan 34 lansia.

Jumlah serangan Israel terhadap tim penyelamat dan tenaga kesehatan Lebanon juga telah mencapai 132 kasus. Akibatnya, 103 orang gugur syahid dan 238 orang terluka. Selain itu, 25 pusat kesehatan dan 119 ambulans mengalami kerusakan, sementara 16 rumah sakit juga terdampak, dan 3 di antaranya tutup sepenuhnya.

Meskipun gencatan senjata diumumkan sejak 17 April, militer Israel masih setiap hari menargetkan sejumlah posisi di Lebanon dan terus melakukan penghancuran luas terhadap rumah-rumah di puluhan desa di Lebanon Selatan.

Peringatan Baru

Pada Senin malam, militer Israel memperingatkan warga di 6 desa Lebanon Selatan agar meninggalkan rumah mereka. Langkah ini dilakukan menjelang serangan baru. Desa-desa tersebut meliputi al-Nabatieh al-Fawqa, Mifdoun, Qalawayh, Burj Qalawayh, al-Majadil, dan Srifa.

Kantor Berita Nasional Lebanon juga melaporkan bahwa jet-jet tempur Israel menargetkan lebih dari 20 titik di Lebanon Selatan.

Bentrok Langsung

Pada Senin, Hizbullah mengumumkan bahwa pihaknya melaksanakan 11 operasi terhadap konsentrasi militer dan pasukan Israel di beberapa kawasan di Lebanon Selatan. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

Dalam pernyataan-pernyataan terpisah, Hizbullah menegaskan bahwa operasi-operasi tersebut dilakukan untuk membela Lebanon dan rakyatnya, serta sebagai balasan atas serangan Israel ke desa-desa selatan yang menyebabkan warga sipil gugur syahid dan terluka.

Operasi-operasi tersebut mencakup tembakan roket dan artileri ke arah konsentrasi militer Israel di kawasan al-Bayadah, al-Qantara, Ainata, dan Adshit al-Qusayr. Pasukan Israel di kota kecil Deir Mimas juga menjadi sasaran.

Hizbullah juga mengumumkan bahwa pihaknya menargetkan sebuah posisi artileri baru Israel di kawasan Rub Thalathin dengan menggunakan drone bunuh diri.

Dalam operasi lain, kelompok tersebut menyatakan telah menargetkan sebuah pasukan gabungan Israel yang berusaha bergerak maju dari kawasan Khallat al-Raj di utara Deir Seryan menuju Zawtar al-Sharqiyah.

Bentrok tersebut berubah menjadi pertempuran langsung dari jarak sangat dekat dengan menggunakan senjata ringan dan semi-berat. Hizbullah mengumumkan bahwa dalam bentrokan itu, korban pasti jatuh di pihak pasukan Israel. Militer Israel memindahkan para korban luka terlebih dahulu melalui jalur darat ke arah permukiman Misgav Am, lalu mengevakuasi mereka dengan helikopter ke dalam Israel.

Selain itu, sebuah markas komando baru Israel di kawasan al-Bayadah juga menjadi sasaran drone.

Tentara Israel Terluka

Militer Israel belum memberikan tanggapan segera terhadap operasi-operasi ini. Namun sebelumnya, mereka mengumumkan bahwa dua tentaranya terluka dalam bentrokan di Lebanon Selatan dan telah dipindahkan ke Rumah Sakit Rambam di Haifa untuk menjalani perawatan.

Media resmi Israel melaporkan bahwa dua tentara tersebut terluka dalam bentrokan bersenjata dengan pasukan Hizbullah.

Disebutkan pula bahwa sebuah unit dari Brigade Golani yang berada di bawah Divisi 36 militer Israel, saat bergerak maju di wilayah Lebanon, menjadi sasaran tembakan, sehingga dua personel militernya terluka.

Surat kabar Yedioth Ahronoth juga melaporkan bahwa seorang tentara Israel ketiga mengalami luka ringan akibat ledakan drone Hizbullah di Lebanon Selatan.

Upaya Menuju Perundingan Baru

Di arena diplomatik, media-media Israel melaporkan adanya upaya Amerika untuk menggelar putaran baru perundingan antara Lebanon dan Israel pada pekan depan.

Berdasarkan laporan tersebut, perundingan itu direncanakan berlangsung di Washington dengan kehadiran para duta besar kedua negara, meskipun waktu pastinya belum ditentukan.

Pekan lalu juga diumumkan bahwa gencatan senjata, yang diperpanjang hingga pertengahan Mei, dapat menjadi kerangka untuk mencapai kesepakatan akhir antara kedua pihak.

Sebelumnya, kedua pihak telah mengadakan pembicaraan pada 14 dan 23 April di Washington, yang dipandang sebagai pendahuluan menuju perundingan damai.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan kelanjutan jalur perundingan dan mengatakan bahwa Lebanon tidak memiliki pilihan lain. Ia menyebut tujuan perundingan ini adalah keluarnya Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki dan pembebasan para tawanan.

Pada saat yang sama, Aoun menolak pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang diinginkan Amerika. Ia mengatakan, “Pertama-tama kita harus mencapai kesepakatan keamanan dan serangan Israel harus dihentikan, barulah persoalan pertemuan dapat dibahas.”

Your Comment

You are replying to: .
captcha