5 Mei 2026 - 22:08
Israel Bersiap Menghadapi Kemungkinan Dimulainya Kembali Perang terhadap Iran / Tel Aviv Menunggu Lampu Hijau Washington

Seiring kembali meningkatnya ketegangan di Teluk Persia, militer rezim Zionis mengumumkan bahwa mereka berada dalam kondisi siaga penuh.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — militer rezim Zionis mengumumkan bahwa menyusul meningkatnya ketegangan di Teluk Persia, mereka terus memantau situasi kawasan dan telah berada dalam kondisi siaga penuh.

Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh seorang juru bicara militer Israel, yang namanya tidak disebutkan, atas nama sebuah sumber militer rezim tersebut kepada media-media Ibrani.

Israel dalam Kondisi Siaga

Militer Israel menyatakan, “Kami memantau situasi dan berada dalam kondisi siaga penuh menyusul meningkatnya ketegangan di Teluk Persia.”

Mereka juga menambahkan, “Kami menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam instruksi Komando Front Dalam Negeri Israel.”

Dalam pernyataan itu juga disebutkan, “Sistem pertahanan udara dan kemampuan ofensif kami berada dalam kondisi siaga penuh, dan tidak mengalami perubahan sejak diumumkannya gencatan senjata.”

Di bagian akhir, militer Israel menyatakan, “Setiap perubahan dalam instruksi akan kami informasikan.”

Sejalan dengan itu, Lembaga Penyiaran Israel melaporkan bahwa Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim tersebut, sepanjang hari Senin menggelar serangkaian konsultasi keamanan.

Media ini mengutip sumber-sumber keamanan Israel yang menyatakan, “Kami sedang bersiap menghadapi runtuhnya gencatan senjata, dan ada kesiapan segera untuk merespons setiap serangan Iran. Operasi Amerika untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang dimulai sejak Senin sore, sepenuhnya dikoordinasikan dengan Israel.”

Channel 12 Israel juga melaporkan bahwa karena perkembangan kawasan, sidang kesaksian Netanyahu dalam pengadilan kasus-kasus korupsi yang semula dijadwalkan pada Selasa dibatalkan.

Selain itu, diumumkan bahwa rapat kabinet keamanan-politik Israel akan digelar pada Rabu malam.

Israel Menunggu Lampu Hijau Amerika

Surat kabar Maariv, mengutip sumber-sumber keamanan Israel, menyatakan bahwa militer Israel memperkirakan ketegangan militer saat ini masih terbatas dan bersifat regional, dan bahwa Iran pada tahap ini tidak menunjukkan keinginan untuk melakukan tindakan langsung terhadap Israel.

Namun, sumber tersebut menambahkan, “Militer Israel tidak mengambil risiko, dan Direktorat Intelijen Militer, Aman, memantau perkembangan terbaru dengan sangat cermat.”

Ia melanjutkan, “Militer Israel bekerja dalam koordinasi penuh dengan militer Amerika untuk mengikuti perkembangan situasi.”

Surat kabar ini juga mengutip pejabat-pejabat tinggi Israel yang mengatakan, “Kami siap untuk setiap skenario. Jika Iran menyerang Israel, Iran akan membayar harga yang berat. Saat ini, Israel meyakini bahwa Iran berusaha membatasi krisis pada kawasan Teluk Persia.”

Sementara itu, seorang pejabat Israel mengatakan kepada Channel 14 rezim tersebut, “Kami siap segera kembali berperang dengan Iran dan sedang menunggu lampu hijau dari Amerika.”

Memasuki hari ke-66 perang Amerika dan Israel terhadap Iran, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, mengumumkan dimulainya operasi untuk membebaskan pergerakan kapal-kapal di Selat Hormuz. Sebaliknya, Angkatan Bersenjata Iran memperingatkan bahwa setiap kekuatan asing yang mendekati selat tersebut akan menjadi sasaran serangan.

Your Comment

You are replying to: .
captcha