Menurut laporan kantor berita Abna, jaringan berita CNN menulis dalam sebuah laporan bahwa hanya dua hari setelah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, mengklaim bahwa Iran setuju dengan segala hal, Teheran kembali menutup Selat Hormuz dan Presiden AS mengancam akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik di Iran.
CNN menambahkan bahwa perubahan arah mendadak ini adalah contoh gaya kepemimpinan perang Trump yang berosilasi antara prediksi optimis akan damai yang segera terjadi dan ancaman yang mengkhawatirkan.
Jaringan berita ini, dengan mengacu pada penurunan popularitas Trump dalam jajak pendapat (37 persen) dan kekhawatirannya terhadap konsekuensi perang, menekankan bahwa hari-hari mendatang adalah ujian menentukan bagi strategi Trump.
Your Comment