Menurut laporan kantor berita ABNA, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Islam Iran (Majelis), menulis di akun Twitter pribadinya tentang detail negosiasi:
1- Presiden Amerika dalam satu jam mengajukan tujuh klaim, yang semuanya bohong.
2- Mereka tidak akan menang perang dengan kebohongan seperti ini, dan tentu saja tidak akan berhasil dalam negosiasi.
3- Dengan kelanjutan pengepungan, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka.
4- Lalu lintas di selat akan dilakukan berdasarkan "rute yang ditentukan" dan dengan "izin Iran".
5- Terbuka atau tertutupnya selat dan peraturannya ditentukan oleh medan perang, bukan oleh media sosial.
6- Perang media dan rekayasa opini adalah bagian penting dari perang, dan bangsa Iran tidak akan terpengaruh oleh tipu daya ini.
7- Baca berita nyata dan akurat tentang negosiasi dalam wawancara juru bicara Kementerian Luar Negeri.
Ketua Parlemen Iran menjelaskan detail negosiasi di media sosial.
Your Comment