Seperti dilaporkan kantor berita Abna mengutip dari Al Jazeera, fraksi parlemen Hizbullah menyatakan: «Gencatan senjata di Lebanon terutama tercapai sebagai hasil tekanan dan kontak Iran.»
Dalam pernyataan itu disebutkan: «Otoritas telah membawa Lebanon ke tahap yang sangat berbahaya bagi kohesi internal dan persatuan nasionalnya.»
Fraksi parlemen Hizbullah mengingatkan: «Kami menyatakan komitmen kami terhadap gencatan senjata, dengan syarat bahwa gencatan senjata tersebut mencakup semua wilayah dan mencakup penghentian permusuhan.»
Sebelumnya, Hizbullah Lebanon mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa dalam 45 hari terakhir para pejuang telah melakukan berbagai operasi untuk membela Lebanon dan bangsanya terhadap musuh Zionis. Antara 2 Maret dan 16 April, 2.184 operasi militer berbagai jenis dilakukan.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan lebih lanjut bahwa rudal dan drone perlawanan Lebanon membidik pemukimanpendudukan rezim Zionis hingga jauh di balik Tel Aviv pada kedalaman 160 kilometer. Para pejuang Lebanon rata-rata melakukan 49 operasi per hari.
Dalam pernyataan tersebut ditekankan bahwa tangan kekuatan perlawanan tetap di picu terhadap tipu daya musuh. Janji para mujahidin kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah dan rakyat Lebanon adalah berdiri sampai napas terakhir dan tidak membiarkan bendera jatuh ke tanah dari tangan mereka.
Your Comment