Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Bertepatan dengan peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran, Selasa (10/2) Lembaga Internasional Ahlulbait bekerja sama dengan Kantor Berita ABNA menggelar pertemuan daring bertajuk “47 Tahun Kemajuan dan Kekuatan” dengan menghadirkan para pakar internasional.
Di awal acara, Hujjatul Islam Esmaili menyampaikan bahwa selama hampir setengah abad terakhir Republik Islam Iran berhasil mencapai kemajuan, kemandirian, dan ketergantungan pada kemampuan sendiri. Ia menilai rakyat Iran telah menjadi simbol keteguhan bagi masyarakat merdeka di dunia.
Selanjutnya Dr. Fouad Izadi, dosen dan dekan Fakultas Studi Dunia Universitas Teheran, membahas “keberhasilan dan kegagalan Republik Islam selama 47 tahun”. Ia menjelaskan bahwa salah satu tujuan revolusi adalah mengakhiri rezim anti-Islam Shah dan mendirikan pemerintahan Islam. Namun setelah revolusi, negara menghadapi berbagai tantangan seperti gerakan separatis, perang yang didukung Amerika, serta pengaruh budaya Barat di lingkungan akademik.
Ia menegaskan bahwa meski menghadapi perang militer dan propaganda media, Republik Islam mampu mentransmisikan pesan revolusi kepada generasi muda dan keberlanjutan sistem sangat bergantung pada generasi tersebut.
Pembicara kedua, Marzieh Hashemi, mengucapkan selamat kepada umat Islam atas peringatan revolusi dan mengatakan revolusi Iran menjadi sebab ia mempelajari Islam dan akhirnya menjadi Muslim. Ia mengkritik media Barat yang menggambarkan Iran secara keliru, terutama soal perempuan, padahal menurutnya perempuan Iran memiliki kemajuan nyata dalam pendidikan, ilmu kedokteran, dan inovasi. Ia juga menilai dukungan Iran kepada Palestina berperan besar membuka mata dunia.
Di akhir acara, peserta mengajukan pertanyaan dan diputar video berbahasa Inggris mengenai revolusi serta capaian-capaiannya.
Your Comment