5 Februari 2026 - 23:23
Kemampuan Rudal Iran Membuat Trump Berhati-hati untuk Menyerang

Seorang anggota Dewan Urusan Luar Negeri Mesir, menanggapi perkembangan terbaru antara Teheran dan Washington, menilai bahwa kemampuan rudal Iran menjadi faktor penting yang membuat Amerika Serikat berhati-hati untuk memasuki konflik militer. Pada saat yang sama, ia menilai perundingan yang akan datang sebagai upaya meredam ketegangan.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Menyusul beredarnya laporan tentang perundingan Iran dan Amerika, Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa pembicaraan tersebut akan digelar di Muscat. Pada saat yang sama, ancaman militer Donald Trump terhadap Iran masih berlanjut. Ancaman tersebut, di samping penegasan Iran tentang kesiapan pertahanannya, juga diiringi pernyataan kesiapan Teheran menempuh jalur diplomasi.

Hesham Al-Halabi, penasihat Akademi Tinggi Studi Strategis Militer Mesir, menilai perundingan ini sebagai langkah positif untuk mencegah perang. Ia menegaskan bahwa kedua pihak memasuki proses ini dengan tujuan mencegah eskalasi ketegangan. Namun, dengan merujuk pada pengalaman sebelumnya, ia menilai komitmen penuh Amerika terhadap kesepakatan apa pun akan menjadi isu sensitif bagi Iran dan memerlukan kehati-hatian.

Menurut Al-Halabi, perbedaan mendalam dan ketidakpercayaan yang terbentuk setelah keluarnya AS dari perjanjian nuklir akan menjadi penghalang tercapainya hasil mendasar dalam perundingan. Meski demikian, kelanjutan dialog dapat mengurangi intensitas ketegangan, walaupun penguatan proses ini memerlukan waktu panjang.

Peran Israel dan Kekhawatiran Negara Kawasan

Analis strategi ini, dengan menyinggung posisi Israel, menekankan bahwa Tel Aviv tidak menghendaki tercapainya kesepakatan antara Iran dan AS, dan lebih memilih peningkatan tekanan militer terhadap Iran. Namun, ia menilai kemungkinan aksi militer Israel sebelum atau bersamaan dengan perundingan relatif kecil, dan meyakini bahwa AS berupaya mencegah eskalasi pada tahap ini.

Al-Halabi juga memperingatkan bahwa ancaman timbal balik antara Iran dan AS harus dipandang serius, karena perbedaan keduanya bersifat strategis. Ia menekankan bahwa setiap perang antara kedua negara, selain menimbulkan kerugian manusia dan ekonomi bagi keduanya, juga akan membawa dampak luas bagi negara-negara kawasan. Karena itu, negara-negara regional berupaya memainkan peran mediasi guna mencegah meluasnya krisis.

Kemampuan Rudal Iran dan Kekhawatiran Amerika

Pejabat Mesir ini menilai keterlambatan AS dalam mengambil tindakan militer terhadap Iran sebagai cerminan keinginan Washington menggunakan tekanan dan ancaman untuk mendorong Teheran ke meja perundingan—yang ia sebut sebagai “strategi di tepi jurang”.

Al-Halabi menutup dengan menegaskan bahwa kemampuan rudal Iran telah mencapai tingkat yang, jika terjadi serangan, mampu memberikan respons efektif. Hal inilah yang dinilainya sebagai salah satu faktor utama kehati-hatian Amerika dalam mengambil langkah militer terhadap Iran,

Your Comment

You are replying to: .
captcha