Menurut laporan Kantor Berita ABNA yang mengutip jaringan Al Jazeera, "Mohammed al-Hindi", Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Palestina, menyatakan kepada jaringan tersebut bahwa Perdana Menteri rezim Zionis, dengan mengajukan alasan-alasan beruntun, berupaya menghindari komitmen terhadap kesepakatan dan melanjutkan proses perang dan pembantaian massal di Jalur Gaza.
Al-Hindi merujuk pada posisi-posisi terakhir Tel Aviv selama perundingan dan perkembangan di lapangan, menyatakan bahwa proses pemusnahan terorganisir terhadap warga Palestina masih belum berhenti dan kebijakan ini berlanjut baik pada tahap pertama maupun kedua kesepakatan.
Ia juga menekankan, dengan merujuk pada tujuan-tujuan politik tersembunyi rezim Zionis, bahwa Tel Aviv berupaya mengukuhkan sebuah persamaan di mana kedaulatan politik atas Jalur Gaza dialihkan kepada Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, sementara tanggung jawab keamanan sepenuhnya tetap berada di tangan rezim Zionis.
Your Comment