Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Para pakar ekonomi memperingatkan bahwa sektor-sektor seperti penerbangan, perdagangan luar negeri, dan rantai pasok akan menjadi bidang pertama yang mengalami gangguan serius. Kenaikan biaya transportasi, energi, dan asuransi dengan cepat akan memindahkan tekanan inflasi ke “front dalam negeri”.
Media Zionis ini menegaskan bahwa terhentinya aktivitas ribuan pabrik dan unit produksi dapat, hanya dalam beberapa hari, menimbulkan kerugian setara miliaran shekel (mata uang Israel) bagi ekonomi; hal yang secara langsung menyasar kehidupan warga di wilayah pendudukan.
Di sektor keuangan, i24news juga melaporkan kombinasi yang mengkhawatirkan antara meningkatnya biaya militer dan menurunnya pendapatan pajak, yang dapat menyebabkan defisit anggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memaksa kabinet Tel Aviv memilih antara menambah utang atau mengurangi layanan publik.
Jaringan ini menulis bahwa jika perang berlangsung lama atau meluas ke tingkat regional, kekhawatiran investor asing akan meningkat dan bahkan ada kemungkinan penurunan peringkat kredit Israel; persoalan yang dapat membuat pemulihan ekonomi rezim ini dipenuhi ketidakpastian selama bertahun-tahun.
Dalam kesimpulannya, i24news mengakui: “Bahkan jika serangan dilakukan oleh Amerika, faktor akhirnya tetap Israel.” Sebuah pengakuan yang menunjukkan bahwa petualangan militer melawan Iran, lebih dari sekadar opsi keamanan, adalah sebuah perjudian mahal terhadap masa depan ekonomi rezim Zionis.
Your Comment