1 Februari 2026 - 22:25
“Hari Hijab Sedunia” di Nigeria; Perempuan Muslim Menuntut Pengakuan Hijab dalam Program Nasional Pemuda

Perempuan Muslim Nigeria, bertepatan dengan 1 Februari, Hari Hijab Sedunia, menuntut perubahan aturan berpakaian dalam Program Layanan Nasional Pemuda (NYSC) agar hak-hak keagamaan mereka dihormati.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA-  Sekelompok perempuan Muslim Nigeria mengkritik aturan seragam dalam Program Layanan Nasional Pemuda (NYSC) dan meminta peninjauan ulang seragam resmi lembaga tersebut demi menghormati hak serta identitas keagamaan perempuan Muslim. Perlu diketahui, program ini adalah program wajib selama satu tahun setelah kelulusan universitas.

Tuntutan ini disampaikan pada hari Sabtu dalam sebuah konferensi pers di Abuja (ibu kota Nigeria di Afrika Barat), bertepatan dengan peringatan Hari Hijab Sedunia. Para perempuan Muslim menegaskan bahwa aturan pakaian yang saat ini ditetapkan bagi peserta perempuan NYSC tidak sejalan dengan ketentuan syariat dan keyakinan mereka.

“Firdausi Amasa”, anggota koalisi tersebut sekaligus seorang pengacara, menjelaskan bahwa Hari Hijab Sedunia yang diperingati setiap 1 Februari telah menjadi momentum internasional untuk memperkenalkan martabat, identitas, dan posisi perempuan Muslim, dan kini diperingati di lebih dari 190 negara termasuk Nigeria.

Ia menambahkan bahwa Hari Hijab Sedunia pertama kali digagas pada tahun 2013 oleh “Nazma Khan”, terinspirasi dari pengalaman pribadinya menghadapi diskriminasi dan pelecehan karena mengenakan hijab. Kini, peringatan ini telah menjadi simbol solidaritas perempuan Muslim di seluruh dunia.

Amasa menyinggung tema Hari Hijab Sedunia tahun 2026, yaitu “Unity in Hijab” (#UnityInHijab), dan menegaskan bahwa seragam NYSC saat ini sangat tidak memadai bagi perempuan Muslim dan memerlukan perubahan mendasar agar mereka dapat berpartisipasi secara setara tanpa melanggar keyakinan agama.

Ia mengusulkan agar perempuan Muslim dalam program tersebut diizinkan mengenakan kerudung panjang hingga lutut, dibebaskan dari kewajiban memakai celana pendek saat upacara parade, serta diperbolehkan mengenakan celana panjang putih yang longgar sebagai penggantinya.

Aktivis hukum ini juga meminta parlemen Nigeria segera mengesahkan rancangan undang-undang yang tertunda terkait pencegahan diskriminasi berdasarkan penampilan dan keyakinan agama. Ia menegaskan bahwa menghormati hijab berarti menghormati hak pilihan beragama dan martabat kemanusiaan perempuan Muslim. Masyarakat juga harus memberikan dukungan penuh kepada perempuan yang memilih berhijab, terutama setelah berpindah agama.

Hari Hijab Sedunia (1 Februari / 12 Bahman) merupakan salah satu peringatan internasional yang berkaitan dengan cara berpakaian perempuan di ruang publik. Setiap tahunnya, peringatan ini digelar di sekitar 190 negara di dunia. Pada hari tersebut, perempuan Muslim berhijab mengajak perempuan non-Muslim dari berbagai agama untuk mencoba mengenakan hijab selama satu hari dan membagikan pengalaman mereka. Tujuan dari peringatan ini adalah meluruskan berbagai kesalahpahaman tentang hijab dan perempuan Muslim, serta menyampaikan pesan bahwa hijab tidak menghalangi aktivitas sosial perempuan.

Your Comment

You are replying to: .
captcha