Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Majlis Wahdatul Muslimin Pakistan menyatakan bahwa kekalahan Amerika dan Israel dalam perang dua belas hari melawan Iran tidak dapat mereka terima. Mereka sampai pada kesimpulan bahwa di medan perang militer mereka tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi Iran, terutama ketika Israel begitu rentan dan Iran mampu melancarkan serangan presisi dan terarah jauh di dalam wilayah pendudukan.
Sayyid Naser Abbas Shirazi menambahkan: Setelah kegagalan tersebut, Amerika bersama Israel mengubah jalur mereka dan berupaya melalui “perang lunak” untuk mengubah struktur pemerintahan di Iran; perang yang dapat disebut sebagai bentuk “terorisme digital”.
Ia melanjutkan: Dokumen dan bukti yang ada menunjukkan bagaimana media sosial digunakan untuk menghasut opini publik, bagaimana kerusuhan diorganisasi atas nama protes, dan bagaimana tujuan utamanya adalah menciptakan ketidakamanan dan ketidakstabilan di negara itu. Tidak lazim para pemimpin suatu negara secara terbuka mengakui tanggung jawab atas tindakan intervensi seperti ini, namun dalam peristiwa ini kita menyaksikan Presiden Amerika dan Netanyahu dalam konferensi pers secara terang-terangan menyatakan kesiapan untuk bertindak, mendukung para perusuh, bahkan bila perlu menggunakan kekuatan militer mereka untuk “menyelamatkan” mereka. Pernyataan-pernyataan ini membuat kenyataan menjadi sangat jelas bagi rakyat Iran.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Majlis Wahdatul Muslimin Pakistan itu mengatakan: Dalam situasi tersebut, Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menunjukkan arah yang jelas dengan membedakan secara tegas antara “protes” dan “kerusuhan”, serta menegaskan bahwa sistem tidak akan pernah mentolerir tindakan perusakan.
Ia menambahkan: Setelah itu, rencana bersama Mossad dan CIA di Iran memasuki fase baru, namun bukan hanya jaringan mereka yang berhasil diidentifikasi dan dihancurkan, melainkan keseluruhan rencana dan konspirasi tersebut juga terungkap di hadapan publik.
Ia menyimpulkan: Hari ini kita berhadapan dengan Iran yang berbeda; Iran yang dapat disebut sebagai semacam revolusi kembali setelah revolusi. Rakyat yang turun ke jalan secara luas, memperbarui baiat kepada pemimpinnya, menunjukkan kemarahan dan kebencian mereka terhadap kebijakan Amerika, mendukung rakyat Palestina, dan menampilkan kesetiaan mereka kepada jalan dan darah para syuhada. Dalam Iran seperti ini, Trump, Netanyahu, dan seluruh sekutunya tidak akan pernah mencapai tujuan mereka.
Your Comment