22 Januari 2026 - 22:15
Ayatullah Sayyed Hafez Riaz Najafi: Iran dan Syiah Berjuang untuk Hak-Hak Umat Muslim

Kepala Aliansi Madrasah Syiah Pakistan mengatakan: Hari ini, Syiah berdiri sebagai pelindung Islam dan memperjuangkan hak-hak umat Muslim.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Selama pertemuan antara Ayatullah Hafez Syed Riaz Hussain Najafi, kepala Aliansi Madrasah Syiah Pakistan, dan Syed Munir Hussain Gilani, mantan Menteri Pendidikan Federal, peran Syiah sebagai pembela Islam dan hak-hak Muslim ditekankan.

Pertemuan tersebut membahas isu-isu nasional dan internasional yang penting, termasuk tekanan AS terhadap Iran, status organisasi keagamaan dan seminari. Para peserta menekankan persatuan yang kuat dalam komunitas Syiah di tingkat nasional dan internasional, dan menganggap kesediaan semua lembaga untuk bekerja sama di bawah kepemimpinan tunggal sebagai pertanda yang menggembirakan.

Para peserta, mencatat keberhasilan perlawanan komunitas Syiah terhadap tindakan ilegal, menyatakan keprihatinan mereka tentang berlanjutnya masalah terkait penyelenggaraan upacara berkabung akibat kebijakan pemerintah. Namun, ditekankan bahwa kesadaran dan kemauan bersama tidak akan membiarkan kerusakan apa pun terjadi pada peringatan wafatnya Imam Husain as.

Pertemuan tersebut menyebutkan peran historis tokoh-tokoh seperti Maulana Safdar Hussain Najafi, Syahid Dr. Mohammad Ali Naqvi, dan Syahid Allama Aref Hussain Al-Hussaini dalam melindungi komunitas Syiah. Seyyed Munir Hussain Gilani, sambil mengapresiasi jasa-jasa Ayatollah Hafez Riaz Najafi, menganggap kemajuan seminari dan fokus pada Al-Quran sebagai salah satu pencapaian kepemimpinan saat ini, dan menekankan pentingnya partisipasi politik dalam membela hak-hak komunitas Syiah. Menurutnya, jalan ini telah berlanjut dari para pemimpin sebelumnya hingga Allama Sajid Ali Naqvi dan telah mengarah pada kohesi dan perlindungan hak-hak kaum Syiah.

Hafiz Riaz Najafi, yang menyatakan kepuasannya atas persatuan yang ada, juga menunjuk pada contoh-contoh perlawanan politik yang berhasil, termasuk penarikan parlemen dari rancangan undang-undang kontroversial yang menentang hak-hak kaum Syiah.

Kepala Sekolah Syiah Pakistan, Wefaq al-Madaris, menganggap persatuan umat Islam sebagai kebutuhan zaman dan mengatakan bahwa kaum Syiah, sambil menghormati mazhab lain, tidak mundur dari prinsip-prinsip mereka.

Kesimpulannya, ia menekankan bahwa Iran dan kaum Syiah saat ini berada di garis depan dalam membela Islam dan karena alasan inilah mereka menjadi sasaran tekanan dan serangan dari agen-agen Amerika dan Israel.

Your Comment

You are replying to: .
captcha