2 Januari 2021 - 08:10
AS Tinjauan dari Dalam; 2 Januari 2021

Mengawali tahun baru 2021, inilah perkembangan di Amerika Serikat selama sepekan terakhir. Di antaranya petualang baru AS di kawasan Teluk Persia dan pengiriman pesawat pembom B52.

Menurut Kantor Berita ABNA, Selain itu, masih ada berita lainnya seperti perkembangan COVID-19 di AS, DRP tolak veto Trump, Majelis Umum PBB Tolak Usul AS soal Kesepakatan Nuklir Iran, Trump salahkan menantunya karena kalah di pilpres, insiden penembakan dan ledakan bom di Amerika serta berbagai peristiwa lainnya.

AS Kirim Pembom B-52 ke Teluk Persia Antisipasi Balasan Iran

Komandan Pusat Komando Militer Amerika Serikat di Asia Barat, CENTCOM, terkait terbangnya dua pesawat pembom negara itu di atas Teluk Persia mengatakan, Amerika tidak ingin berperang dengan Iran.

Pesawat pembom Angkatan Udara Amerika, B-52 hari Rabu (30/12) untuk ketiga kalinya dalam 48 jam terakhir terbang di atas Teluk Persia. Pemerintah Amerika mengatakan tujuan penerbangan pesawat pembom B-52 untuk memperingatkan Iran agar tidak melakukan serangan balasan menjelang setahun gugurnya Jenderal Qassem Soleimani.

Komandan CENTCOM menuturkan, Amerika akan terus menempatkan peralatan perang di wilayah-wilayah yang menjadi gugus tugas CENTCOM untuk menantisipasi manuver musuh, dan menunjukkan kesiapan Washington dalam merespon segala bentuk serangan ke Amerika atau kepentingannya.

Ia menegaskan, kami tidak ingin berperang, tapi tidak ada seorangpun yang boleh menyepelekan kemampuan kami dalam melindungi pasukan atau membalas tegas setiap serangan.

Kasus Corona di AS Diperkirakan akan Melonjak

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 bisa mencapai titik kritis setelah perayaan Natal di Amerika.

"Amerika akan menghadapi lonjakan kasus penularan virus Corona," kata Dokter Anthony Fauci pada Minggu (27/12/2020) seperti dikutip laman Farsnews.

Fauci sebelum ini telah memperingatkan bahwa varian baru virus Corona, yang pertama kali ditemukan di Inggris, mungkin telah menyebar di Amerika.

Data resmi di Amerika menunjukkan bahwa jumlah kasus yang terinfeksi Corona meningkat sekitar 160.000 orang dalam 24 jam terakhir.

Situs Worldometer mencatat bahwa total 160.604 kasus baru virus Corona dilaporkan di semua negara bagian AS selama 24 jam terakhir.

342/