Menurut Kantor Berita ABNA, Ezzat al-Rashq hari Sabtu (19/12/2020) mengatakan, "Hamas memandang negara-negara Arab dan Islam sebagai tulang punggung strategisnya, dan gerakan ini mampu menjalin hubungan yang seimbang dengan semua pihak untuk melayani kepentingan dan hak-hak bangsa Palestina,".
Al-Rashq juga meminta para penguasa Arab untuk mempertimbangkan kembali langkah mereka menormalisasi hubungan dengen Israel sehingga negaranya tidak akan menjadi pintu gerbang bagi musuh untuk menembus keamanan Arab dan Islam.
Mengenai peringatan 33 tahun berdirinya Hamas, al-Rashq menegaskan gerakan Islam ini mampu menjadi foros perjuangan Palestina dan menciptakan perimbangan kekuatan dalam gerakan perlawanan terhadap rezim Zionis.(PH)
342/